
Pantau - Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh kader Muslimat NU memperkuat peran perempuan dalam membina generasi bangsa sekaligus mendorong terwujudnya perdamaian dunia.
Ajakan tersebut disampaikan Khofifah dalam kegiatan Maulidurrasul dan Harlah ke-80 Muslimat NU Pengurus Wilayah Kalimantan Utara.
"Hari ini kita peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, mudah-mudahan kita semua mendapat syafaat Rasulullah SAW. Saya ingin mengajak panjenengan semua, kita hadir di sini selain memperingati Harlah Muslimat tapi juga Maulid Nabi Muhammad SAW," ujar Gubernur Jawa Timur tersebut.
Muslimat NU Serukan Perdamaian Dunia
Khofifah berharap perdamaian dunia dapat diwujudkan secara bersama-sama oleh seluruh warga dunia.
Menurut Khofifah, Muslimat NU secara konsisten menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar negara-negara di dunia membangun suasana yang sejuk dan damai.
"Maka selalu ada seruan Muslimat NU kepada PBB supaya negara di dunia membangun suasana sejuk dan damai," ujarnya.
Selain menyerukan perdamaian dunia, Khofifah menekankan pentingnya peran perempuan, terutama ibu, dalam pendidikan serta pembentukan karakter generasi penerus.
Khofifah mengatakan perempuan, khususnya seorang ibu, merupakan madrasah ula atau sekolah pertama bagi anak-anak dalam membentuk akhlak dan karakter.
Menurut Khofifah, para orang tua senantiasa mendoakan agar anak-anak mereka mempunyai akhlakul karimah serta menjadi anak yang saleh dan salehah.
"Setiap pengajian, saya yakin semua orang tua berdoa mendoakan anaknya mempunyai akhlakul karimah, menjadi anak yang solih, solihah. Saya berharap yang Ibu lantunkan, Mars Muslimat NU, kita semua bisa mendidik dan membina putra-putri bangsa," tuturnya.
Khofifah berharap kader Muslimat NU dapat berkontribusi nyata dalam mendidik dan membina putra-putri bangsa agar tumbuh menjadi generasi yang memiliki akhlak dan karakter baik.
Ribuan Paralegal dan Ratusan Profesor Perkuat Muslimat NU
Dalam penguatan peran sosial perempuan, Khofifah menyebut lebih dari 2.600 paralegal Muslimat NU telah diwisuda.
Selain itu, sebanyak 206 profesor telah tergabung dalam Muslimat NU sebagai bagian dari penguatan peran keilmuan perempuan di organisasi tersebut.
Keberadaan ribuan paralegal dan ratusan profesor tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi sosial dan keilmuan perempuan melalui Muslimat NU.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang memberikan apresiasi terhadap perjalanan dan pengabdian Muslimat NU yang telah berlangsung selama delapan dekade.
"Delapan Dekade bukanlah perjalanan yang singkat, ini adalah perjalanan panjang dan pengabdian yang harus terus diapresisasi," kata Zainal.
- Penulis :
- Shila Glorya




