HOME  ⁄  Nasional

Gus Ipul Tegaskan Lulusan Sekolah Rakyat Tak Boleh Menganggur, Disiapkan Kuliah atau Jadi Pekerja Terampil

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Gus Ipul Tegaskan Lulusan Sekolah Rakyat Tak Boleh Menganggur, Disiapkan Kuliah atau Jadi Pekerja Terampil
Foto: (Sumber : Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul).)

Pantau - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan lulusan Sekolah Rakyat tidak boleh menganggur setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas dan akan diarahkan memilih melanjutkan kuliah atau menjadi pekerja terampil.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari hilirisasi Sekolah Rakyat yang diarahkan untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan dan peningkatan keterampilan.

"Yang penting saya sampaikan adalah hilirisasi. Arahan Bapak Presiden cukup jelas, lulusan Sekolah Rakyat tidak boleh menganggur. Pilihannya hanya dua, menjadi pekerja terampil atau meneruskan kuliah," kata Gus Ipul.

Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Penyampaian Hasil Collective Action-Relaksasi RPL bagi Pejabat Manajerial Jenjang Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Tahun 2026 secara daring dari Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Lulusan yang Kuliah Disiapkan Beasiswa

Sebelum memasuki tahap hilirisasi, siswa Sekolah Rakyat harus terlebih dahulu menyelesaikan pendidikan mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Setelah menyelesaikan SMA, siswa yang ingin meneruskan pendidikan dan memenuhi persyaratan akan diarahkan melanjutkan kuliah dengan dukungan beasiswa pemerintah.

"Kalau kuliah dia harus belajar sungguh-sungguh, ya, kita pakai tes DNA talent ke mana dia sebaiknya kuliah. Setelah itu nanti ikut KIP, akan ikut biaya beasiswa dari pemerintah," ujarnya.

Pilihan pendidikan tersebut akan disesuaikan dengan minat dan potensi siswa sebelum mereka diarahkan menuju jenjang perguruan tinggi.

Dukungan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan pembiayaan beasiswa pemerintah disiapkan untuk membantu siswa yang memenuhi persyaratan melanjutkan pendidikan.

Kemensos Siapkan Jalur Pekerja Terampil

Siswa yang memilih langsung bekerja akan diarahkan mengikuti pelatihan keterampilan berdasarkan minat dan potensi masing-masing.

Kemensos disebut telah menjalin kerja sama dengan sejumlah kementerian, lembaga, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memberikan pelatihan serta memperkuat keterampilan lulusan.

Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang penyerapan lulusan Sekolah Rakyat ke dunia kerja.

"Sekaligus juga menampung lulusan-lulusan Sekolah Rakyat. Kita dorong mereka menjadi pekerja terampil luar negeri," jelasnya.

Gus Ipul menilai kolaborasi lintas sektor diperlukan agar lulusan Sekolah Rakyat memiliki jalur yang jelas setelah menyelesaikan pendidikan.

Ego Sektoral Diminta Dihilangkan

Gus Ipul meminta kementerian, lembaga, dan pihak terkait bekerja bersama dalam mendukung pelaksanaan program Sekolah Rakyat.

"Yang penting dalam eksekusi Sekolah Rakyat ini, kita menekankan betul pentingnya kebersamaan, kolaborasi. Ego sektoral harus dihilangkan," tegasnya.

Kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Administrasi Negara (LAN) bersama Kemensos tersebut mengangkat tema "Orkestrasi Kebijakan Lintas Sektor dalam Pengentasan Kemiskinan" dengan fokus integrasi data, bansos adaptif, dan Sekolah Rakyat.

Relaksasi RPL Jenjang JPT Madya tersebut diikuti 28 Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dari 15 instansi pemerintah untuk memperkuat kompetensi manajerial sekaligus merumuskan solusi lintas sektor dalam pengentasan kemiskinan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026