HOME  ⁄  Nasional

Kemdiktisaintek Kerahkan Potensi Ratusan Ribu Mahasiswa untuk Perkuat Eliminasi TB

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemdiktisaintek Kerahkan Potensi Ratusan Ribu Mahasiswa untuk Perkuat Eliminasi TB
Foto: (Sumber :Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan. ANTARA/HO-Kemdiktisaintek.)

Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat kolaborasi lintas kementerian dan perguruan tinggi melalui pembentukan konsorsium untuk mendukung upaya eliminasi tuberkulosis (TB) di Indonesia.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan mengatakan penanganan TB membutuhkan gotong royong berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi.

"TB ini harus kita tangani secara gotong royong. Perguruan tinggi punya kekuatan besar yang bisa kita hadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, melalui KKN tematik, pembelajaran transformatif, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," kata Fauzan dalam keterangan di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Pengalaman kolaborasi penanganan TB di Palu yang melibatkan perguruan tinggi, Kemdiktisaintek, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Dalam Negeri akan menjadi salah satu pola yang dikembangkan ke wilayah lain.

Kolaborasi Diperluas ke Jawa Barat dan Jakarta

Fauzan mengatakan pemerintah dalam waktu dekat akan memperluas pola kolaborasi tersebut ke Jawa Barat dan DKI Jakarta dengan melibatkan kementerian, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi.

"Selanjutnya, kita akan memperluas pola ini ke daerah lain. Dalam waktu dekat kita akan mengembangkan kolaborasi di Jawa Barat dan DKI Jakarta bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta perguruan tinggi. Pola ini akan kita kembangkan secara nasional," ujarnya.

Hasil pemetaan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IV di Jawa Barat dan Banten mengidentifikasi 668 program studi relevan dan pendukung dari sekitar 3.000 program studi yang tersedia.

Pemetaan tersebut menunjukkan potensi 108.548 mahasiswa yang dapat dilibatkan sesuai kompetensi masing-masing dalam penanganan TB.

Keterlibatan itu tidak hanya berasal dari bidang kesehatan, tetapi juga program studi yang mendukung edukasi, komunikasi publik, data dan teknologi, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai tahap awal di Jawa Barat, sekitar 10 persen dari potensi tersebut atau sekitar 10 ribu mahasiswa dapat dilibatkan melalui KKN tematik.

Keterlibatan selanjutnya dapat diperluas melalui kegiatan pengabdian mahasiswa dan dosen, peluang konversi satuan kredit semester (SKS), serta pengembangan penelitian.

Perguruan Tinggi Didorong Perkuat Edukasi TB

Di DKI Jakarta, LLDikti Wilayah III memetakan sekitar 34 ribu mahasiswa dari berbagai program studi relevan yang berpotensi mendukung program penanganan TB.

Pengalaman lima perguruan tinggi yang telah berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Jakarta Barat dalam penanganan TB juga akan menjadi bagian dari pengembangan program di Jakarta.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penanganan TB.

"Maka, kuncinya harus menguasai masyarakat untuk mengerti bagaimana penanganan TB. Maka, kolaborasi kita dengan universitas untuk edukasi," ucap Benjamin.

Pemerintah selanjutnya menargetkan pola kolaborasi antara perguruan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan tersebut dapat dikembangkan secara nasional untuk memperkuat penanganan TB di Indonesia.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026