
Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) menargetkan 40.000 orang mengikuti program pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi pada tahun anggaran 2027 dengan dukungan anggaran sebesar Rp48,81 miliar.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PU Indro Pantja Pramodo menyampaikan target penerima manfaat program tersebut di Jakarta, Rabu.
“Total penerima manfaat dari kegiatan pelatihan dan atau sertifikasi tenaga kerja konstruksi untuk tahun anggaran 2027 adalah sebanyak 40.000 orang,” kata Indro.
Menurut Indro, anggaran tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan pelatihan serta uji sertifikasi bagi tenaga kerja di sektor konstruksi.
Program Disebar Melalui Tujuh BJKW
Program tersebut antara lain mencakup dukungan manajemen berupa pelatihan strategis dan padat karya dengan anggaran sebesar Rp20,81 miliar.
Pelatihan strategis dan padat karya tersebut ditargetkan menjangkau sebanyak 16.500 orang.
Selain itu, program pendidikan dan pelatihan vokasional disebut memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp48 miliar dengan sasaran 23.500 orang.
Jika digabungkan, sasaran kedua kelompok program tersebut mencapai 40.000 orang pada tahun anggaran 2027.
Pelaksanaan program akan tersebar melalui tujuh Balai Jasa Konstruksi (BJKW) untuk menjangkau tenaga kerja konstruksi di berbagai wilayah Indonesia.
“Untuk sasarannya sendiri terbagi di tujuh Balai Jasa Konstruksi (BJKW) mulai dari Aceh hingga Papua,” ujarnya.
Indro berharap pelatihan dan sertifikasi tersebut dapat terlaksana dengan baik sehingga memberikan dampak langsung terhadap kesiapan tenaga kerja konstruksi.
Peningkatan kesiapan dan kompetensi tenaga kerja konstruksi itu diharapkan dapat mendukung Astacita Presiden serta berbagai program pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Anggaran Turun, Target Peserta Bertambah 6.000 Orang
Indro menjelaskan anggaran program pada 2027 mengalami penurunan dibandingkan APBN 2026 yang mencapai Rp60 miliar.
Meski anggaran lebih rendah, Kementerian PU justru menaikkan target peserta pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi.
Pada 2026, sebanyak 34.000 orang mengikuti program tersebut, sedangkan pada 2027 jumlah pesertanya ditargetkan mencapai 40.000 orang.
Dengan demikian, target peserta pada 2027 bertambah 6.000 orang dibandingkan tahun sebelumnya meskipun anggaran program mengalami penurunan.
“Tahun ini ada 34 ribu orang yang mengikuti program, sementara tahun depan kita targetkan 40 ribu orang,” katanya menambahkan.
- Penulis :
- Leon Weldrick




