
Pantau - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan tiga pesawat untuk mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalbar.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat Ridwan mengatakan tiga pesawat tersebut telah dioperasikan secara bersamaan sejak 4 September 2026.
"Sampai hari ini sudah ada tiga pesawat yang kami kerahkan bersama-sama dengan BNPB. Terhitung mulai tanggal 4 (September) kemarin kami sudah menggunakan tiga pesawat," kata Ridwan di Pontianak, Kamis (10/9/2026).
OMC telah berlangsung sejak 28 Agustus 2026 dan dijadwalkan hingga 10 September 2026 dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer serta potensi pertumbuhan awan hujan.
Pesawat OMC Ditambah untuk Perkuat Penyemaian Awan
Ridwan mengatakan operasi awalnya hanya menggunakan dua pesawat sebelum BNPB memutuskan menambah satu armada untuk memperkuat penyemaian awan.
"Awalnya hanya dua pesawat. Kemudian atas perintah Kepala BNPB dilakukan penambahan satu pesawat lagi. Jadi, sampai hari ini ada tiga pesawat OMC yang sudah beroperasi di Kalbar," katanya.
Penambahan armada dilakukan karena ketersediaan bibit awan yang dapat disemai masih terbatas di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Pelaksanaan penyemaian awan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mulai dari keberadaan bibit awan, potensi hujan hingga arah angin.
"Wali data kita adalah BMKG. Untuk awan yang bisa disemai, apakah memungkinkan untuk menghasilkan hujan atau tidak, termasuk arah angin, semuanya berdasarkan ketetapan yang dikeluarkan oleh BMKG," ucap Ridwan.
Penyemaian tidak dilakukan apabila bibit awan tersedia tetapi arah angin tidak mendukung karena dinilai tidak efektif menghasilkan hujan di daerah sasaran.
Ketapang dan Kubu Raya Jadi Prioritas Penanganan
Berdasarkan data BMKG, potensi bibit awan relatif tinggi pada 4-7 September dan peluang penyemaian masih tersedia hingga 10 September 2026.
"Hujan juga telah turun di sejumlah wilayah, terutama Kapuas Hulu, Sintang, dan kawasan perhuluan Kalbar," ujar Ridwan.
Ketapang dan Kubu Raya masih menjadi wilayah prioritas karena titik panas dan titik api terpantau relatif kuat, sementara curah hujan masih minim.
"Yang paling kuat titik panas dan titik apinya adalah di daerah Ketapang dan Kubu Raya. Di sana masih sangat minim hujan," katanya.
Pemerintah juga menyesuaikan metode pemadaman dengan kondisi lokasi kebakaran, yakni menggunakan tim darat untuk kawasan yang mudah dijangkau dan water bombing untuk wilayah yang sulit diakses personel.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




