HOME  ⁄  Nasional

BNPB Petakan Kesiapsiagaan Tsunami Pesisir Banten, Sirene hingga Jalur Evakuasi Diperiksa

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BNPB Petakan Kesiapsiagaan Tsunami Pesisir Banten, Sirene hingga Jalur Evakuasi Diperiksa
Foto: (Sumber :Tim Kedeputian Bidang Pencegahan BNPB memeriksa rambu dan peta jalur evakuasi di Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Selasa (8/9/2026). ANTARA/HO-BNPB.)

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memetakan kesiapsiagaan menghadapi bahaya tsunami di pesisir Banten, meliputi Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon, dengan memeriksa sistem peringatan dini hingga jalur evakuasi menggunakan indikator standar Tsunami Ready.

Tim Kedeputian Bidang Pencegahan BNPB menjalankan kegiatan tersebut sejak 6 September 2026 melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, pemantauan kondisi wilayah, serta asistensi kesiapsiagaan masyarakat.

Langkah itu sekaligus dilakukan untuk memastikan kesiapan pemerintah dan masyarakat menghadapi potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau, termasuk ancaman tsunami di kawasan vital dan permukiman yang pernah terdampak tsunami Selat Sunda pada 2018.

"Penilaian kesiapsiagaan dilakukan di kawasan Tanjung Lesung, Desa Sumberjaya, dan Desa Panimbangjaya di Pandeglang, serta beberapa desa pesisir di Serang dan Cilegon, untuk memastikan berfungsinya sarana peringatan dini," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan.

Sirene Pandeglang Siap Beroperasi

BNPB mencatat menara sirene peringatan dini di Kecamatan Sumur dan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, berada dalam kondisi siap beroperasi.

Jalur evakuasi di wilayah tersebut juga telah terpasang dengan baik dan simulasi menghadapi bencana rutin dilaksanakan.

Namun, alat Warning Receiver System (WRS) Gen di kawasan Tanjung Lesung masih menjalani proses perbaikan.

Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat memiliki sarana peringatan dan jalur menuju lokasi aman apabila terjadi kondisi darurat.

Sistem Peringatan Serang dan Cilegon Diperiksa

Di Kabupaten Serang, pemeriksaan dilakukan di Desa Salira, Karang Suraga, dan Anyar dengan hasil Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) serta relawan pantai berjalan aktif.

Kesiapsiagaan di kawasan tersebut juga didukung menara sirene dan peta evakuasi menuju titik aman yang dilaporkan berfungsi normal.

Sementara itu, peninjauan di Kelurahan Kubangsari, Kota Cilegon, memastikan tersedianya Standar Operasional Prosedur (SOP) peringatan dini dan aktifnya fasilitator kelurahan dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat.

Sirene tsunami yang berada di kawasan kantor Kelurahan Kubangsari juga dipastikan berfungsi.

BNPB mengapresiasi kolaborasi pemerintah daerah dan komunitas relawan dalam menjaga keandalan infrastruktur pemantauan bencana untuk meningkatkan keselamatan masyarakat pesisir Banten.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026