HOME  ⁄  Nasional

Produk China Membanjiri Pasar, DPR Pertanyakan Daya Saing Mobil Listrik Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Produk China Membanjiri Pasar, DPR Pertanyakan Daya Saing Mobil Listrik Nasional
Foto: (Sumber :Anggota Komisi VII DPR RI Bane Raja Manalu saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja Komisi VII DPR RI tentang Pengembangan Ekosistem dan Daya Saing Industri Kendaraan Listrik Nasional dengan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian RI di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Foto: Munchen/Septamares.)

Pantau - Anggota Komisi VII DPR RI Bane Raja Manalu mempertanyakan kesiapan industri kendaraan listrik nasional menghadapi persaingan produk asal China yang dinilai telah lebih dahulu mengembangkan teknologi dan kini membanjiri pasar Indonesia.

Bane menilai pengembangan kendaraan listrik seharusnya tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar produk asing, tetapi juga mampu membangun industri nasional yang kompetitif.

"Kalau tadi katanya ini kita tidak mau sekadar pasar lagi, saya kan, kita semua sadar nih dari zaman dulu soal mobil nasional sudah jadi wacana dari dulu," kata Bane dalam Rapat Dengar Pendapat Panja Komisi VII DPR RI tentang Pengembangan Ekosistem dan Daya Saing Industri Kendaraan Listrik Nasional di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

DPR Soroti Persaingan dengan Produk China

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu mengingatkan industri kendaraan listrik nasional menghadapi tantangan besar karena China telah lebih dahulu mengembangkan teknologi dan memasarkan produknya di Indonesia.

"Pertanyaannya seberapa mampu kita berkompetisi dengan Cina yang sudah jauh lebih dulu saat mereka sudah membanjiri produk mereka di Indonesia, baru kemudian kita mulai bicara tentang mobil listrik," ujarnya.

Rapat tersebut turut menghadirkan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian RI untuk membahas pengembangan ekosistem serta daya saing industri kendaraan listrik nasional.

Bane juga mempertanyakan kesiapan kendaraan listrik nasional untuk memperoleh kepercayaan dan diterima konsumen di tengah persaingan dengan berbagai produk asing.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan industri kendaraan listrik tidak cukup hanya diukur dari kemampuan memproduksi kendaraan, tetapi juga dari penerimaan masyarakat terhadap produk yang dihasilkan.

Industri Nasional Dinilai Masih Tahap Awal

Bane menilai industri kendaraan listrik nasional masih berada pada tahap awal, sementara sejumlah negara lain telah memasuki tahap pengembangan yang lebih maju.

"Karena ini baru tahap mulai, sementara yang lain sudah dalam tahap yang advance," katanya.

Ia meminta pemerintah memastikan strategi pengembangan kendaraan listrik mampu meningkatkan daya saing dan memperkuat kapasitas industri dalam negeri.

Transformasi menuju kendaraan listrik diharapkan tidak hanya membuka pasar Indonesia semakin luas bagi produk asing, tetapi juga menjadi momentum membangun industri kendaraan nasional yang mampu bersaing.

"Seberapa mampu kita berkompetisi," ujar Bane menegaskan pertanyaan yang harus dijawab pemerintah dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026