HOME  ⁄  Teknologi & Sains

CIFTIS 2026 Dibuka di Beijing, China Mendorong Perdagangan Jasa Berkualitas Tinggi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

CIFTIS 2026 Dibuka di Beijing, China Mendorong Perdagangan Jasa Berkualitas Tinggi
Foto: (Sumber :CIFTIS 2026 dibuka di Beijing dan diikuti 90 negara. ANTARA/Xinhua.)

Pantau - Pameran Perdagangan Jasa Internasional China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) 2026 resmi dibuka di Beijing, China, Rabu, 9 September 2026, sebagai bagian dari upaya negara tersebut memperluas keterbukaan di bidang perdagangan jasa. 

CIFTIS 2026 berlangsung hingga 13 September di Shougang Park dengan melibatkan peserta dari 90 negara, kawasan, dan organisasi internasional serta lebih dari 1.800 perusahaan.

Sebanyak 473 peserta merupakan perusahaan yang masuk daftar Fortune Global 500 dan perusahaan terkemuka dari berbagai industri, termasuk Honeywell, Johnson & Johnson, serta Siemens.

Lebih dari 100 Produk dan Jasa Baru Diluncurkan

CIFTIS 2026 mengusung tema "Layanan Global, Kemakmuran Bersama" atau Global Services, Shared Prosperity dengan menghadirkan Konferensi Tingkat Tinggi Perdagangan Jasa Global yang untuk pertama kalinya diselenggarakan bersama Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO).

Wakil Presiden Zimbabwe Constantino Chiwenga mengatakan CIFTIS diharapkan membuka peluang investasi dalam bidang konferensi, pameran, infrastruktur, dan jasa digital.

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Bulgaria Alexander Poulev menyebut perdagangan jasa sebagai salah satu pilar penting hubungan negaranya dengan China.

"Kami ingin melihat lebih banyak produk Bulgaria yang masuk ke pasar Tiongkok dan lebih banyak perusahaan Bulgaria yang menjalin kemitraan jangka panjang dengan perusahaan-perusahaan China," ujarnya.

Lebih dari 100 produk dan jasa baru dijadwalkan diluncurkan untuk pertama kalinya dalam pameran tersebut dengan mencakup bidang informasi dan komunikasi, teknologi finansial, perawatan kesehatan, serta teknologi digital pintar.

CIFTIS 2026 juga menghadirkan lebih dari 140 contoh inovasi dari seluruh 12 kategori perdagangan jasa, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), model bahasa besar, dan agen cerdas.

Perdagangan Jasa China Tembus 4,45 Triliun Yuan

Direktur Jenderal WIPO Daren Tang mengatakan China mencatat pertumbuhan pesat dalam perdagangan jasa dengan ekspor jasa padat pengetahuan yang didukung ekosistem kekayaan intelektual dan inovasi.

Data resmi menunjukkan total perdagangan jasa China selama tujuh bulan pertama 2026 mencapai hampir 4,45 triliun yuan atau tumbuh 8,3 persen secara tahunan.

Pengembangan perdagangan jasa berkualitas tinggi menjadi salah satu tugas utama dalam Rencana Lima Tahun ke-15 China periode 2026-2030.

Rencana tersebut mencakup optimalisasi pengelolaan daftar negatif perdagangan jasa, pelonggaran pembatasan lintas batas, peningkatan ekspor jasa, serta pengembangan perdagangan jasa padat pengetahuan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026