HOME  ⁄  Nasional

Rosan Roeslani Raih Skor Tinggi Kinerja Menteri, Akademisi Soroti Capaian Investasi dan Lapangan Kerja

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rosan Roeslani Raih Skor Tinggi Kinerja Menteri, Akademisi Soroti Capaian Investasi dan Lapangan Kerja
Foto: (Sumber :Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2026 di Jakarta, Jumat (28/8/2026) (ANTARA/HO-BKPM).)

Pantau - Akademisi Universitas Esa Unggul Iswadi menilai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani layak berada di jajaran menteri berkinerja terbaik setelah menempati peringkat kedua dalam asesmen IndexPolitica Indonesia dengan skor 89.

Rosan berada tepat di bawah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang memperoleh skor 91 dalam asesmen terhadap kinerja menteri Kabinet Merah Putih.

"Pak Rosan menunjukkan kinerja yang berorientasi pada hasil. Capaian investasi, penciptaan lapangan kerja serta penguatan hilirisasi merupakan indikator konkret yang menunjukkan bahwa kebijakan yang dijalankan memberikan dampak terhadap perekonomian," ujar Iswadi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

Investasi Tembus Rp1.010 Triliun pada Semester I 2026

Iswadi mengatakan penilaian terhadap kinerja kementerian tidak semata-mata didasarkan pada popularitas maupun intensitas pemberitaan media, tetapi juga capaian konkret yang berdampak terhadap perekonomian nasional.

IndexPolitica melakukan evaluasi melalui pendekatan evidence-based government performance evaluation dengan metode multi-criteria decision analysis (MCDA).

Penilaian mencakup enam dimensi, yakni keluaran kebijakan berbobot 20 persen, hasil kebijakan 25 persen, efektivitas pelaksanaan 20 persen, dampak publik dan ekonomi 15 persen, inovasi kebijakan 10 persen, serta koordinasi antarpemerintah 10 persen.

"Pendekatan seperti ini penting karena masyarakat pada akhirnya ingin melihat hasil dari sebuah kebijakan. Bukan hanya berapa banyak program yang dibuat, tetapi sejauh mana kebijakan tersebut mampu menciptakan perubahan yang terukur," ucapnya.

Realisasi investasi Indonesia sepanjang 2025 tercatat mencapai Rp1.931 triliun dan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.

Sementara itu, realisasi investasi pada semester I 2026 mencapai Rp1.010 triliun dengan penciptaan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.

Capaian Investasi Dinilai Beri Dampak Ekonomi

Iswadi menilai capaian tersebut menjadi indikator relevan dalam mengukur kinerja Rosan di tengah ketidakpastian global akibat konflik geopolitik, perang dagang, dan gangguan rantai pasok.

"Ketika investasi tetap tumbuh dan diikuti penciptaan jutaan lapangan kerja, itu menunjukkan adanya dampak ekonomi yang nyata. Karena itu, capaian tersebut layak menjadi salah satu indikator dalam menilai kinerja Kementerian Investasi dan Hilirisasi," katanya.

Selain Rosan, Iswadi turut menyoroti kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang berkaitan dengan agenda pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada beras.

Kebijakan peningkatan produksi dan produktivitas pertanian serta upaya menjaga ketersediaan beras menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026