
Pantau - Jenazah Wili Mbuik (26), salah satu dari tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Muliama, dievakuasi ke Jayapura pada Kamis.
Setelah tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, jenazah Wili Mbuik akan diterbangkan menuju Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk selanjutnya dimakamkan di kampung halamannya.
Sementara itu, jenazah dua korban lainnya, yakni Aprida Rapi (49) dan Alfonsius Albinus Meha (35), masih berada di Wamena.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Polisi Cahyo Sukarnito mengatakan kedua jenazah tersebut belum dievakuasi dari Wamena.
"Sedangkan dua jenazah lainnya, yaitu Aprida Rapi (49) dan Alfonsius Albinus Meha (35) masih berada di Wamena," ungkap Cahyo.
Tiga ASN Ditembak dalam Perjalanan Menuju Wamena
Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, Wili Mbuik, Aprida Rapi, dan Alfonsius Albinus Meha merupakan ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.
Sebelum penembakan terjadi, ketiganya melakukan kegiatan penyaluran bantuan ternak babi ke Kampung Kimbim, Distrik Asologaima, Kabupaten Jayawijaya.
Setelah menyelesaikan penyaluran bantuan tersebut, ketiga ASN itu melakukan perjalanan kembali menuju Wamena.
Ketika berada di kawasan sekitar Distrik Muliama, ketiganya ditembak oleh KKB.
"Saat dalam perjalanan dan berada di sekitar Distrik Muliama, KKB menembak ketiga korban," kata Cahyo.
Polisi Duga KKB Kelompok Nduga Terlibat Penembakan
Kasatgas Humas ODC Kombes Polisi Yusuf Sutejo mengatakan hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan bahwa penembakan tersebut dilakukan oleh KKB kelompok Nduga.
Meski demikian, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui dan memastikan pihak yang bertanggung jawab atas penembakan tiga ASN tersebut.
"Kami masih mendalami untuk memastikan siapa pelaku penembakan terhadap ketiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Muliama," kata Yusuf.
Identitas pasti pelaku penembakan terhadap tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tersebut hingga kini masih dalam proses penyelidikan kepolisian.
- Penulis :
- Arian Mesa




