HOME  ⁄  Nasional

Patahan Surabaya dan Waru Jadi Perhatian, Warga Diminta Tak Panik dan Tetap Siaga Hadapi Risiko Gempa

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Patahan Surabaya dan Waru Jadi Perhatian, Warga Diminta Tak Panik dan Tetap Siaga Hadapi Risiko Gempa
Foto: (Sumber :Ahli Mitigasi Bencana ITS Dr Ir Amien Widodo memaparkan bahwa patahan yang ada di video viral yaitu melewati Surabaya, Sidoarjo, hingga Bangkalan memang ada tetapi belum terverifikasi aktif. ANTARA/HO-Humas ITS.)

Pantau - Keberadaan patahan yang berkaitan dengan wilayah Surabaya, Sidoarjo, hingga Bangkalan menjadi perhatian setelah informasinya menyebar luas di media sosial, tetapi masyarakat diminta tidak panik dan tetap membangun kesiapsiagaan berdasarkan data serta kajian ilmiah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya menyebut jalur patahan Kendeng memiliki dua segmen yang berkaitan dengan Surabaya, yakni Segmen Surabaya dan Segmen Waru.

BPBD Surabaya juga rutin melakukan sosialisasi kesiapsiagaan menghadapi bencana di kawasan permukiman, sekolah, dan perkantoran.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Rozikan menyebut pemutakhiran data geologi, geofisika, dan geodesi yang dirujuk dalam peta Pusat Studi Gempa Nasional 2024 mengenali struktur tersebut sebagai bagian dari sistem patahan yang telah ada sejak lama.

Keberadaan Patahan Tak Berarti Gempa Besar Segera Terjadi

Keberadaan patahan di Surabaya dan sekitarnya tidak secara otomatis menunjukkan gempa besar akan segera terjadi.

Pusat Survei Geologi juga mencatat perlunya integrasi dan validasi data dalam pemetaan patahan di Surabaya serta wilayah sekitarnya.

Ahli Mitigasi Bencana Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Amien Widodo menjelaskan patahan yang disebut melintasi Surabaya, Sidoarjo, hingga Bangkalan memang ada, tetapi belum terverifikasi aktif.

Informasi mengenai risiko tersebut karena itu perlu disampaikan secara proporsional agar tidak menimbulkan anggapan bahwa Surabaya sedang menunggu gempa besar maupun pemahaman bahwa wilayah tersebut sama sekali bebas ancaman.

Kesiapsiagaan Perlu Dibangun Berdasarkan Data

Kesiapsiagaan menghadapi risiko gempa perlu dilakukan melalui kajian ilmiah, pemutakhiran data, komunikasi risiko, dan latihan mitigasi yang nyata.

Masyarakat juga perlu memahami informasi mengenai patahan secara tepat sehingga keberadaan struktur geologi tersebut tidak berkembang menjadi sumber kepanikan.

Pemerintah dan lembaga terkait terus mendorong mitigasi untuk mengurangi kerentanan masyarakat apabila sewaktu-waktu terjadi bencana gempa bumi.

Patahan tidak perlu menjadi sumber ketakutan baru karena keberadaannya dapat menjadi pengingat pentingnya mengenali risiko dan memperkuat ketangguhan wilayah terhadap bencana.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026