HOME  ⁄  Nasional

Aktivitas Magma Gunung Anak Krakatau Masih Berlangsung Meski Seismik Menurun

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Aktivitas Magma Gunung Anak Krakatau Masih Berlangsung Meski Seismik Menurun
Foto: (Sumber :Ahli Kebencanaan Institut Teknologi Sumatera (Itera) Ikah Ning Prasetiowati Permanasari memberi keterangan terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.)

Pantau - Aktivitas magma Gunung Anak Krakatau (GAK) masih berlangsung meskipun aktivitas seismik menunjukkan penurunan sehingga perkembangan gunung api tersebut tetap perlu dipantau.

Ahli Kebencanaan Institut Teknologi Sumatera (Itera) Ikah Ning Prasetiowati Permanasari mengatakan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan aktivitas seismik telah menurun, tetapi data stasiun tiltmeter masih memperlihatkan aktivitas terkait magma.

"Sebetulnya kalau bicara hal ini kita harus bicara data. Data dari PVMBG menyebutkan aktivitas seismiknya sebetulnya sudah menurun, dan data stasiun tiltmeter itu masih ada data yang tinggi terkait magma," ujar Ikah di Bandarlampung, Jumat (11/9/2026).

Aktivitas di Bawah Gunung Masih Terdeteksi

Ikah mengatakan keberadaan aktivitas magma menunjukkan proses vulkanik di bawah Gunung Anak Krakatau masih berlangsung meski aktivitas seismiknya menurun.

"Jadi, walaupun aktivitas seismiknya sudah menurun, masih ada aktivitas di bawah sana. Sehingga, kita masih harus menunggu, dan mudah-mudahan tidak ada lonjakan aktivitas lagi," katanya.

Menurut dia, keberadaan aktivitas magma tersebut membuat kemungkinan terjadinya erupsi seperti pada Jumat (4/9/2026) masih ada, meski interval erupsi saat ini telah menunjukkan intensitas yang berkurang.

"Kalau dilihat dari intervalnya sudah jauh, jauh sekali, tapi Gunung Anak Krakatau dengan adanya aktivitas erupsi seperti ini bagus untuk mengeluarkan energi. Sehingga, tidak terakumulasi di dalam, harapannya energi ini bisa keluar sedikit-sedikit," ucap dia.

Kondisi tersebut membuat pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan aktivitas vulkanik.

Kualitas Udara Membaik, Masker Tetap Dianjurkan

Ikah mengatakan kualitas udara berdasarkan pengukuran terakhir telah jauh membaik dibandingkan sebelumnya.

Kadar sulfur dioksida atau SO2 dan sejumlah parameter lainnya telah menurun, sementara kondisi udara saat ini masih menyisakan debu.

"SO2 sudah turun dan parameter lain sudah turun dari baku mutunya hanya sisa debu. Oleh karena itu, penggunaan masker tetap harus dilakukan, karena kita tidak tahu debu ini bercampur dengan abu vulkanik atau tidak," ujarnya.

Masyarakat tetap dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu karena belum dapat dipastikan apakah material tersebut bercampur dengan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti
FLOII 2026