
Pantau - Kapolda Banten Irjen Pol Hengki memastikan pelampung yang ditemukan pada hari ketiga operasi pencarian bukan milik Kapal Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis dan hingga kini belum ditemukan.
Tim jurnalis tersebut dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September.
Pelampung berupa life jacket berwarna oranye dan pelampung berwarna putih sebelumnya ditemukan KAL Anyer I-3-64 yang terlibat dalam operasi pencarian pada Kamis, 10 September.
Pemeriksaan Pastikan Pelampung Bukan Milik Arupadhatu 1
Hengki mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan kedua benda tersebut bukan bagian dari perlengkapan keselamatan Kapal Arupadhatu 1.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan (pelampung) bukan merupakan milik Kapal Arupadhatu 1 yang sampai sekarang belum ditemukan. Life jacket warna oranye dan pelampung warna putih bukan alat-alat keselamatan yang dimiliki oleh kapal Arupadhatu," katanya di Pos SAR Dermaga Marina Carita, Pandeglang, Banten, Jumat.
Kepastian tersebut turut diperkuat keterangan Sandi selaku pemilik Kapal Arupadhatu 1 yang telah dimintai keterangan oleh kepolisian terkait perlengkapan keselamatan kapalnya.
"Saya tadi sudah dimintai keterangan oleh pihak yang berwajib, boleh Polairud, saya pastikan (pelampung) bukan milik saya," ujar dia.
Sandi menjelaskan Kapal Arupadhatu 1 telah dilengkapi peralatan keselamatan sebelum disewakan kepada rombongan jurnalis untuk peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Menurut dia, life jacket di kapal tersebut memiliki beragam warna, termasuk biru dan merah, dengan jumlah sedikitnya 10 unit.
"Saya tidak bisa memastikan life jacket, karena warnanya (di masing-masing kapal) beragam, ada biru, merah, tapi itu minimal ada 10 karena life jacket itu kalau milik kita untuk wisata, itu digunakan untuk snorkeling oleh tamu-tamu, jadi, dipastikan lebih dari 10," tuturnya.
Jumlah tersebut berkaitan dengan penggunaan Kapal Arupadhatu 1 untuk kegiatan wisata karena life jacket juga digunakan para tamu saat melakukan aktivitas snorkeling.
Basarnas Kerahkan 13 Kapal di Empat Sektor
Sementara proses identifikasi temuan dilakukan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terus mencari lima jurnalis beserta Kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak.
Pada hari keempat operasi, Basarnas mengerahkan 13 kapal yang dibagi ke dalam empat sektor pencarian.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan armada tersebut meliputi KRI Kerambit 627, KN SAR Tetuka, KP Hayabusa, KN SAR Basudewa, KRI Leuser 924, KAL Anyer, dan KP Sanjaya.
Armada lainnya terdiri atas RIB 02 Banten, RBB P Peucang, RIB Lampung, KAL Pahowang, TB Gunung Santri, dan KRI Lepu.
"Untuk hari ini, kami menggerakkan 13 alutsista yang terbagi dalam empat sektor," katanya.
Dengan hasil pemeriksaan tersebut, pelampung yang ditemukan pada hari ketiga belum dapat dikaitkan dengan Kapal Arupadhatu 1, sementara operasi pencarian kapal dan lima jurnalis terus berlanjut.
- Penulis :
- Arian Mesa




