HOME  ⁄  Nasional

Tiga Warga Sipil Tewas Ditembak KKB, KSAD Maruli Perkuat Pengamanan di Jayawijaya

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Tiga Warga Sipil Tewas Ditembak KKB, KSAD Maruli Perkuat Pengamanan di Jayawijaya
Foto: Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak usai Apel Akbar Satlinmas Indonesia sekaligus pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Aslinmas Indonesia di Palembang, Jumat 28/8.2026 (sumber: ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri)

Pantau - Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan TNI AD akan mengevaluasi dan memperkuat sistem pengamanan terhadap masyarakat di Papua setelah tiga warga sipil tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9).

Maruli mengatakan evaluasi pengamanan terus dilakukan sebagai langkah untuk mengantisipasi terulangnya serangan terhadap warga sipil.

TNI AD juga mulai menempatkan pasukan di sejumlah lokasi yang telah diidentifikasi membutuhkan pengamanan dan antisipasi.

"Ini yang terus kita tetap evaluasi. Pasukan kita juga sudah mulai ditempatkan di tempat-tempat yang sudah kita antisipasi," kata Maruli saat ditemui di Jakarta, Jumat.

TNI AD Intensifkan Pengejaran terhadap KKB

Menurut Maruli, seluruh pasukan telah melakukan pengamanan wilayah secara maksimal sekaligus meningkatkan pengejaran terhadap anggota KKB.

Ia mengatakan pengejaran dilakukan dengan intensitas tinggi sehingga kelompok tersebut semakin tersudut.

Maruli menilai kondisi itu membuat KKB mulai melakukan tindakan kekerasan secara membabi buta terhadap masyarakat.

"Jadi kelihatannya mereka malah sudah resah, jadi mulai sembarangan dia mencari korban," terang dia.

Maruli juga menanggapi alasan KKB yang menyebut tiga warga sipil tersebut dibunuh karena dituduh sebagai intel pemerintah.

Menurut dia, tuduhan tersebut mengada-ada dan tidak memiliki dasar karena ketiga korban merupakan pegawai pemerintah yang sedang bekerja membantu pembangunan daerah.

"Memang manusia-manusia itu ya begitu, dia selalu mencari alasan isunya. Sekarang nyerang yang sipil, di situ semua dianggap intel-lah. Itu itu berulang-ulang bicaranya seperti itu, ya," kata Maruli.

Setelah penembakan tersebut, TNI AD memastikan pengamanan masyarakat akan terus diperkuat dan pengejaran terhadap para pelaku tetap dilakukan untuk menciptakan situasi yang aman di Jayawijaya.

Maruli mengatakan TNI AD memiliki pasukan dari Komando Distrik Militer (Kodim), Komando Resor Militer (Korem), hingga Komando Daerah Militer (Kodam) yang dapat dikerahkan sesuai kebutuhan pengamanan.

"Kami punya pasukan Kodim, Korem, maupun Kodam yang bisa dikerahkan. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi untuk pengamanan," ucap Maruli.

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak

Sebelumnya, tiga pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menjadi korban penembakan ketika berada bersama rombongan yang sedang mengantarkan bantuan kepada masyarakat di Distrik Muliama.

Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Ilham Datu Ramang mengatakan penembakan terjadi pada Rabu (9/9).

Berdasarkan laporan yang diterimanya, peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 15.45 WIT.

Ketiga korban diketahui merupakan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.

Mereka diduga ditembak kelompok KKB ketika menjalankan kegiatan bersama rombongan yang mengantarkan bantuan kepada masyarakat.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026