
Pantau - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS di New Delhi, India, untuk menyuarakan prioritas ASEAN terkait perdamaian dan keamanan, pertumbuhan inklusif, serta ketahanan kawasan.
Marcos mewakili ASEAN dalam KTT tersebut karena Filipina memegang keketuaan organisasi Asia Tenggara itu pada 2026.
Marcos juga hadir mewakili Filipina yang diundang mengikuti diskusi dan dialog KTT BRICS meski negaranya bukan anggota kelompok tersebut.
Pesawat yang membawa Marcos, Ibu Negara Liza Araneta-Marcos, dan sejumlah menteri Filipina tiba di Pangkalan Udara Palam, New Delhi, Jumat (11/9/2026) pukul 23.50 waktu setempat berdasarkan pernyataan Kantor Komunikasi Kepresidenan Filipina.
Marcos Akan Sampaikan Prioritas ASEAN
Marcos dijadwalkan menghadiri sesi terbuka KTT BRICS pada 13 September 2026 untuk menyampaikan agenda ASEAN serta membahas persoalan yang berdampak terhadap negara dan ekonomi berkembang.
“Marcos akan menghadiri sesi terbuka KTT BRICS pada 13 September, di mana ia akan menyampaikan prioritas dan capaian keketuaan Filipina di ASEAN,” demikian pernyataan tersebut.
KTT tahun ini mengusung tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability” dan digelar tepat 20 tahun sejak BRICS didirikan pada 2006.
Sejumlah pemimpin dunia turut menghadiri KTT di New Delhi, termasuk Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Pemimpin ASEAN yang hadir antara lain Presiden Indonesia Prabowo Subianto sebagai pemimpin negara anggota penuh BRICS, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, dan Perdana Menteri Vietnam Le Minh Hung.
Filipina Bidik Penguatan Kerja Sama dengan India
Di sela KTT BRICS, Marcos dijadwalkan bertemu Perdana Menteri India Narendra Modi untuk membahas penguatan hubungan bilateral India-Filipina.
Pembahasan kedua pemimpin akan mencakup kerja sama pertahanan, perdagangan, kesehatan, digital, pariwisata, konektivitas, serta hubungan antarmasyarakat.
Marcos juga dijadwalkan bertemu sejumlah pemimpin bisnis dan perusahaan India untuk mempromosikan peluang investasi serta ekspansi bisnis di Filipina.
Sektor yang akan ditawarkan mencakup infrastruktur, digitalisasi, teknologi informasi, farmasi, transportasi, dan logistik.
- Penulis :
- Aditya Yohan




