
Pantau - Pemerintah Kabupaten Probolinggo menggelar Integrity Run untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap antikorupsi sekaligus memperkuat budaya integritas dalam puncak Probolinggo Anti Corruption Fest 2026 di Stadion Gelora Merdeka Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan yang digelar Inspektorat Daerah Kabupaten Probolinggo tersebut memadukan olahraga dengan kampanye antikorupsi melalui ruang publik.
Inspektur Kabupaten Probolinggo Imron Rosyadi mengatakan rangkaian kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya integritas.
"Rangkaian Probolinggo Anti Corruption Fest 2026 diarahkan untuk memperkuat budaya integritas dan meningkatkan kesadaran antikorupsi," kata Imron di sela kegiatan Integrity Run.
Kampanye Antikorupsi Sasar Generasi Muda
Selain kegiatan lari, Pemkab Probolinggo menghadirkan pameran edukasi integritas, bazar, permainan edukasi antikorupsi, mural, serta sejumlah kompetisi kreatif.
“Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan hari ini adalah untuk memperkuat budaya integritas, meningkatkan kesadaran antikorupsi serta mewujudkan tata kelola pemerintahan Kabupaten Probolinggo yang bersih, transparan dan akuntabel,” tutur Imron.
Kampanye antikorupsi tahun ini mengusung tema “Wujudkan Perubahan yang Berani, Jujur untuk Sejahtera dan Amanah” dengan slogan “Gak Jujur Gak SAE.”
Pemkab Probolinggo juga menyasar generasi muda melalui lomba video antikorupsi yang memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), pembuatan avatar antikorupsi, hingga jingle.
"Untuk merangkul generasi muda, kami menggelar beberapa lomba terkait dengan video antikorupsi, termasuk menggunakan AI, juga pembuatan lomba avatar antikorupsi,” kata Imron.
Mural turut menjadi bagian dari kampanye dengan peserta lomba berasal dari Kabupaten Probolinggo serta sejumlah daerah lain seperti Bali, Jakarta, Jawa Tengah, dan Jember.
Sebanyak sembilan karya ditetapkan sebagai pemenang dan keberadaan mural tersebut diharapkan menjadi media edukasi antikorupsi bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Pemkab Probolinggo Dorong Warga Berani Melapor
Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum karena pencegahan juga perlu dibangun melalui kesadaran, edukasi, dan budaya integritas secara berkelanjutan.
"Semangat tersebut harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Berbagai upaya telah dilakukan Pemkab Probolinggo, mulai dari pembacaan Kode Etik ASN dalam apel pagi, Integrity Day, pemasangan stiker kepatuhan pada kendaraan dinas, Gerakan Tangga dan Cermin Integritas hingga kampanye melalui media sosial dan podcast,” ujar Ugas.
Ia menekankan pentingnya mencegah pungutan liar, suap, gratifikasi, jual beli jabatan, hingga benturan kepentingan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Fasilitas dinas, menurut Ugas, harus digunakan untuk kepentingan masyarakat dan bukan kepentingan pribadi sebagai bagian dari komitmen mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Masyarakat juga diajak berani melaporkan dugaan kecurangan melalui saluran pengaduan yang tersedia, termasuk Whistleblowing System (WBS) dan Call Center “Halo SAE.”
Ugas menyampaikan pesan “Jhe’ takok alapor” yang berarti jangan takut melapor apabila melihat kecurangan karena integritas membutuhkan keberanian dari aparatur maupun masyarakat.
Ia berharap kampanye antikorupsi tidak berhenti setelah rangkaian kegiatan pada September 2026 berakhir, tetapi terus menjadi bagian dari pembangunan Kabupaten Probolinggo.
“Saya berharap semangat antikorupsi ini tidak berhenti di bulan September saja, tetapi menjadi nafas panjang pembangunan di Kabupaten Probolinggo,” katanya.
- Penulis :
- Aditya Yohan




