HOME  ⁄  Ekonomi

Pemkab Kudus Gaungkan Gerakan Antikorupsi lewat KIVFEST 2026 dan Buka Ruang Kritik Masyarakat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemkab Kudus Gaungkan Gerakan Antikorupsi lewat KIVFEST 2026 dan Buka Ruang Kritik Masyarakat
Foto: (Sumber :Salah satu penampilan stand-up comedy dalam ajang Kudus Integrity Video Festival (KIVFEST) 2026 yang berlangsung di halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (11/9/2026) malam. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif..)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengampanyekan gerakan antikorupsi melalui Kudus Integrity Video Festival (KIVFEST) 2026 dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), institusi pendidikan, dan masyarakat.

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mengatakan KIVFEST Celebration 2026 yang berlangsung pada Jumat (11/9/2026) malam menjadi momentum untuk mengapresiasi komitmen OPD dan badan publik dalam keterbukaan informasi.

"KIVFEST Celebration 2026 yang berlangsung Jumat (11/9) malam menjadi momentum untuk memberikan apresiasi atas komitmen OPD dan badan publik dalam penyelenggaraan keterbukaan informasi publik," kata Sam'ani.

Ia menegaskan pesan antikorupsi tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus berkembang menjadi budaya dalam pemerintahan dan kehidupan masyarakat.

Menurut Sam'ani, kolaborasi, keterbukaan, keberanian menerima kritik, serta kemauan melakukan evaluasi menjadi bagian penting dalam membangun pemerintahan yang berintegritas dan dipercaya masyarakat.

"Belajar untuk tidak korupsi, pesan antikorupsi terus kita gaungkan di Kudus. Kita tidak sempurna, tetapi kita terus berbenah, memperbaiki diri, evaluasi diri, introspeksi diri dan mengajak masyarakat untuk berkata tidak pada korupsi," ujarnya.

Karya Audiovisual Jadi Media Kampanye Antikorupsi

Melalui KIVFEST 2026, OPD dan institusi pendidikan didorong menyampaikan pesan integritas dan antikorupsi secara kreatif melalui karya audiovisual.

Kegiatan tersebut melibatkan unsur pemerintahan, satuan pendidikan, dan masyarakat dalam upaya membangun budaya antikorupsi secara konsisten.

Sam'ani mengatakan Pemkab Kudus harus terus melakukan evaluasi dan perbaikan serta terbuka terhadap kritik dari berbagai elemen masyarakat.

"Dengan festival ini, kami siap untuk dikoreksi dan siap menerima masukan, baik dari LSM, pers, maupun masyarakat. Saya, bersama Wabup Kudus Mbak Bellinda, OPD, dan Forkopimda menyadari bahwa tidak ada yang sempurna," ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat terlibat dalam membangun integritas karena gerakan antikorupsi tidak cukup hanya dijalankan pemerintah.

"Mari kita bersama-sama mendukung terciptanya integritas di Kabupaten Kudus. Dengan kebersamaan, kita membangun Kabupaten Kudus," ajaknya.

KIVFEST Buka Ruang Kritik untuk Pemerintah

Selain kampanye melalui karya audiovisual, KIVFEST 2026 menghadirkan komunitas stand-up comedy sebagai salah satu ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik terhadap penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Kudus.

Sejumlah karya audiovisual bertema kampanye dan edukasi antikorupsi mendapatkan penghargaan dalam kategori satuan pendidikan, umum, pemerintahan, serta most consistent creator.

Pemkab Kudus juga memberikan penghargaan keterbukaan informasi publik kepada sejumlah OPD sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026