HOME  ⁄  Nasional

KRI Gajah Mada Segera Perkuat TNI AL, Kapal Induk Pertama Indonesia Ditargetkan Tiba Akhir September

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

KRI Gajah Mada Segera Perkuat TNI AL, Kapal Induk Pertama Indonesia Ditargetkan Tiba Akhir September
Foto: Foto bersama Tim Kunjungan Kerja Komisi I DPR bersama mitra kerja, usai mengunjungi Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Pussenarmed)di Cimahi, Jawa Barat, Kamis 10/9/2026 (sumber: DPR RI)

Pantau - Komisi I DPR RI mengapresiasi perkembangan proses penerimaan hibah kapal perang ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia yang akan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada dan ditargetkan tiba di Indonesia pada akhir September 2026.

Kapal yang disebut akan menjadi kapal induk pertama Indonesia tersebut direncanakan diluncurkan pada 5 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun TNI.

Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal menyampaikan perkembangan itu setelah mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI ke Pusat Kesenjataan Artileri Medan atau Pussenarmed di Cimahi, Jawa Barat, Kamis, 10 September 2026.

KRI Gajah Mada Ditargetkan Tiba Akhir September

Komisi I DPR RI ingin memastikan tahapan akhir penerimaan KRI Gajah Mada berjalan lancar dan sesuai jadwal sehingga masih tersedia waktu untuk melakukan berbagai penyesuaian sebelum peluncuran.

“Kalau soal Garibaldi, atau Gajah Mada, itu alhamdulillah hampir semuanya sudah ready lah. Mudah-mudahan bisa sampai di akhir September ini, sehingga masih ada waktu untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian, dan bisa di-launching di 5 Oktober nanti,” kata Syamsu Rizal.

Istilah ready dalam pernyataan tersebut berarti siap, sedangkan launching berarti diluncurkan.

Politisi Fraksi PKB itu menilai kehadiran KRI Gajah Mada tidak hanya akan meningkatkan kemampuan teknis pertahanan militer, tetapi juga memperkuat rasa percaya diri Indonesia dalam percaturan internasional.

“Dan kita berharap ini juga memberikan efek, bukan hanya sekadar teknis dalam konteks pertahanan militer, tetapi ini juga memberikan rasa percaya diri, kesetaraan dengan negara-negara lain, tetapi yang paling penting itu akan membuka kesempatan untuk meng-upgrade kemampuan militer kita, terutama kemampuan atau kapasitas personal dari personil militer kita di Indonesia,” ungkapnya.

Istilah meng-upgrade dalam pernyataan tersebut berarti meningkatkan.

Menurut Syamsu Rizal, kehadiran kapal induk tersebut dapat membuka kesempatan untuk meningkatkan kemampuan militer Indonesia, baik dari sisi alat utama sistem persenjataan maupun kapasitas personel.

Diterima di Tanjung Priok dan Jalani Pembaruan di PT PAL

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengatakan persiapan kedatangan KRI Gajah Mada sudah sangat matang berdasarkan informasi dan laporan teknis yang diterima Komisi I.

Persiapan tersebut mencakup alur kedatangan hingga berbagai tahapan yang harus dijalani sebelum kapal dapat beroperasi penuh untuk menjaga kedaulatan maritim Indonesia.

“Persiapan yang kami terima informasinya dan juga laporannya tentang kesiapan KRI Gajah Mada itu Insyaallah juga sudah matang, akan diterima di Tanjung Priok, lalu akan ditempatkan di Lampung, akan tetapi sebelum ke sana akan melakukan retrofitting dan juga pelengkapan persenjataan terlebih dahulu di PT PAL Surabaya,” kata Dave.

Istilah retrofitting dalam pernyataan tersebut berarti peningkatan atau pembaruan terhadap sistem dan perlengkapan kapal.

Berdasarkan rencana tersebut, KRI Gajah Mada akan terlebih dahulu diterima di Tanjung Priok, Jakarta, sebelum menjalani pembaruan dan pelengkapan persenjataan di PT PAL Surabaya.

Setelah seluruh tahapan tersebut selesai, KRI Gajah Mada direncanakan ditempatkan di Lampung.

Perkuat Pertahanan dan Kedaulatan Maritim Indonesia

Dave menilai kapal induk tersebut memiliki sejumlah fungsi strategis, mulai dari memperkuat alutsista hingga mengoptimalkan peran TNI dalam menjaga kedaulatan nasional.

“Bentuk kapal induk ini memiliki sejumlah fungsi selain untuk memperkuat alutsista kita, menjaga kedaulatan kita dan juga mengoptimalkan fungsi-fungsi peran TNI, khususnya TNI Angkatan Laut ataupun juga TNI secara keseluruhan,” ungkap Dave.

Hibah ITS Giuseppe Garibaldi atau KRI Gajah Mada sebelumnya telah memperoleh persetujuan resmi DPR RI melalui mekanisme rapat konsultasi bersama Kementerian Pertahanan.

Spesifikasi kapal akan disesuaikan untuk mengoptimalkan kemampuan dalam mendukung operasi helikopter dan pengawasan maritim.

Alutsista strategis tersebut diharapkan menjadi “pengubah permainan” dalam penguatan pertahanan maritim Indonesia sekaligus meningkatkan kemampuan menjaga kedaulatan dan memberikan respons cepat terhadap berbagai tantangan pertahanan serta kemanusiaan di wilayah nusantara.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026