
Pantau - Kodam XV/Pattimura mengerahkan 250 personel gabungan TNI-Polri untuk memperkuat pengamanan menyusul bentrokan antarwarga Desa Lisabata dan Desa Patahuwe di Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku.
Pengerahan ratusan personel tersebut dilakukan untuk meredam konflik, mencegah bentrokan susulan, serta menjaga keamanan di wilayah kedua desa.
Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto mengatakan pengerahan personel menjadi langkah cepat untuk mencegah konflik meluas.
"Kita perkuat pengamanan di wilayah perbatasan kedua desa untuk mencegah bentrokan susulan dan memastikan situasi tetap terkendali sampai benar-benar aman dan kondusif," kata Dody.
Personel Gabungan Disebar di Titik Strategis
Sebanyak 250 personel yang dikerahkan berasal dari sejumlah unsur TNI dan Polri, yakni Yonif TP 865/Satria Manewata, Kodim 1513/SBB, Polsek Taniwel, serta Brimob Piru.
Pasukan gabungan ditempatkan di sejumlah titik strategis yang menjadi akses pergerakan massa dari Desa Lisabata maupun Desa Patahuwe.
Dody juga turun langsung ke lokasi bentrokan bersama Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto dan Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Raffles Manurung untuk mengendalikan situasi.
Para pimpinan TNI dan Polri tersebut mendatangi lokasi setelah bentrokan antara warga kedua desa semakin memanas.
Ketegangan antara warga Desa Lisabata dan Desa Patahuwe disebut dipicu isu mengenai kebakaran lahan yang kemudian berkembang menjadi aksi saling serang.
Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto menyatakan bentrokan tersebut berawal dari kesalahpahaman.
Sejumlah warga dilaporkan mengalami luka akibat senapan angin dalam bentrokan tersebut.
Konflik juga mengakibatkan sejumlah bangunan di Desa Patahuwe dibakar.
Warga Diminta Tidak Terprovokasi
Dody menegaskan aparat TNI dan Polri tidak akan memberikan ruang kepada pihak yang berusaha memperkeruh keadaan maupun melakukan tindakan main hakim sendiri.
Ia meminta warga Desa Lisabata dan Desa Patahuwe menahan diri serta tidak membawa senjata tajam yang berpotensi memperburuk situasi keamanan.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi maupun berita bohong yang beredar melalui media sosial.
"Jangan sampai persoalan ini berkembang lebih besar dan merugikan kita semua. Mari kita jaga Maluku tetap aman, karena keamanan adalah tanggung jawab kita bersama," kata Dody.
Dody menegaskan persoalan antara warga kedua desa akan diselesaikan melalui mekanisme hukum dengan melibatkan aparat penegak hukum secara profesional.
Aparat Fokus Pulihkan Kondisi Masyarakat
Selain melakukan pengamanan, Kodam XV/Pattimura bersama Polda Maluku dan pemerintah daerah mendorong keterlibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta kalangan pemuda untuk membantu meredakan ketegangan.
Menurut Dody, keterlibatan berbagai unsur masyarakat penting untuk mencegah konflik kembali terjadi setelah kondisi di lapangan mulai dapat dikendalikan.
TNI, Polri, dan pemerintah daerah juga memprioritaskan pemulihan kondisi masyarakat terdampak konflik, termasuk penanganan kerusakan rumah akibat bentrokan.
Meski situasi mulai terkendali, aparat gabungan tetap disiagakan di wilayah perbatasan Desa Lisabata dan Desa Patahuwe untuk memastikan kondisi benar-benar aman sekaligus mencegah terulangnya aksi kekerasan.
- Penulis :
- Shila Glorya




