HOME  ⁄  Nasional

Cuaca Berkabut Hambat Pencarian Rombongan Jurnalis di Selat Sunda, Tim SAR Perluas Penyisiran

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Cuaca Berkabut Hambat Pencarian Rombongan Jurnalis di Selat Sunda, Tim SAR Perluas Penyisiran
Foto: Polda Banten mengerahkan Kapal Polisi (KP) Sanjaya dalam proses pencarian hari kelima di sekitar Pulang Sertung dan Gunung Krakatau, Sabtu 12/9/2026. Lima jurnalis dan tiga awak kapal dilaporkan hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Krakatau pada Senin 7/9/2026 (sumber: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari)

Pantau - Operasi pencarian rombongan jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, memasuki hari kelima dengan menghadapi kendala kabut tebal dan angin kencang.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan kondisi cuaca menyebabkan jarak pandang tim pencarian hanya sekitar tiga mil, sementara kecepatan angin sempat mencapai 24-25 knot.

"Kendala hari ini untuk visibilitas. Jarak pandang kita kurang lebih karena banyak kabut, kurang lebih 3 mil, dan kecepatan angin cukup kencang tadi sampai 24-25 knot, sehingga itu menjadi kendala, tetapi tidak menyurutkan motivasi dan niat semua tim terpadu," ungkap Hengki.

Operasi pencarian antara lain dilakukan menggunakan Kapal Polisi (KP) Sanjaya di sekitar Pulau Sertung, Banten.

Tim SAR Gabungan tetap mengoptimalkan personel serta sarana dan prasarana yang tersedia untuk mencari keberadaan rombongan tersebut meski kondisi cuaca membatasi visibilitas.

Tim SAR Perluas Pencarian Laut dan Udara

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan area pencarian kembali diperluas dengan membagi wilayah penyisiran menjadi sejumlah sektor melalui jalur laut dan udara.

"Memasuki hari kelima, kami kembali memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, baik melalui jalur laut maupun udara. Seluruh unsur SAR yang terlibat kami optimalkan untuk menyisir area yang telah ditentukan," ungkap Al Amrad.

Pencarian melalui jalur laut dibagi menjadi enam wilayah yang terdiri atas Sektor T, U, Z, W, X, dan Y dengan total luas sekitar 2.537 mil laut persegi.

Sementara itu, pencarian melalui udara dilakukan pada Sektor H dengan luas wilayah sekitar 2.063 mil laut persegi.

Al Amrad menegaskan keselamatan personel SAR tetap menjadi perhatian utama mengingat kondisi perairan Selat Sunda bersifat dinamis dan dapat berubah selama operasi berlangsung.

Hengki menyebut Basarnas juga kemungkinan menambah sektor pencarian untuk memperbesar peluang menemukan rombongan yang hilang.

"Mungkin akan ditambahkan sektor oleh Basarnas, memperluas sektor pencariannya, kan sampai dengan satu minggu, masih hingga hari Senin, masih ada dua hari lagi," ungkap Hengki.

Operasi pencarian direncanakan berlangsung hingga satu minggu dan seluruh sumber daya yang tersedia terus dikerahkan untuk menemukan titik terang keberadaan rombongan.

Radar dan Kamera Termal Dikerahkan

Hengki menilai sarana dan prasarana yang digunakan dalam operasi pencarian sudah cukup mumpuni untuk mendukung penyisiran di Selat Sunda.

"Sarana-prasarana kita cukup mumpuni, tetapi, tentu dibarengi juga dengan doa kita semua. Mari sama-sama kita berdoa supaya segera menemukan titik terang keberadaan rekan-rekan kita," ungkap Hengki.

Alat utama sistem senjata atau alutsista yang dikerahkan dalam pencarian telah dilengkapi teknologi pendukung berupa radar dan kamera termal.

Radar digunakan untuk membantu mendeteksi benda berbahan logam maupun objek lain yang terapung di permukaan laut, sedangkan kamera termal membantu meningkatkan kemampuan tim dalam menemukan objek selama penyisiran.

"Kalau speed boat yang mungkin tenggelam atau terapung, benar-benar terapung berupa metal atau apa, kan kita kapal dilengkapi dengan radar, semua bisa memonitor, bisa terdeteksi, apalagi dia mengapung di permukaan air laut karena kita memiliki kamera thermal," ungkap Hengki.

Hingga memasuki hari kelima, operasi pencarian melalui laut dan udara tersebut belum membuahkan hasil mengenai keberadaan rombongan jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak.

Tim SAR Gabungan terus memperluas sektor penyisiran serta mengoptimalkan personel, kapal, radar, kamera termal, dan sarana pendukung lainnya dalam upaya menemukan para korban.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026