HOME  ⁄  Nasional

Tim SAR Menemukan Empat Benda saat Mencari Delapan Orang yang Hilang di Selat Sunda

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Tim SAR Menemukan Empat Benda saat Mencari Delapan Orang yang Hilang di Selat Sunda
Foto: Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad dalam konferensi pers di Posko SAR di Dermaga Pantai Marina, Pandeglang, Banten, Sabtu 12/9/2026 (sumber: ANTARA/Zubi Mahrofi)

Pantau - Tim SAR menemukan empat benda berupa satu jeriken, satu helm, dan dua jaket saat melakukan pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Empat benda tersebut ditemukan KN SAR Tetuka pada hari kelima operasi pencarian dan pertolongan setelah melakukan penyisiran selama sekitar 10 jam di perairan sebelah selatan Gunung Anak Krakatau.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan temuan pertama diperoleh pada Sabtu pukul 10.05 WIB.

"Pada pukul 10.05 WIB, KN SAR Tetuka menemukan jerigen minyak berwarna biru," ungkap Al Amrad.

Setelah menemukan jeriken tersebut, tim melanjutkan pemantauan dan penyisiran di sekitar wilayah pencarian.

Sekitar dua setengah jam kemudian atau pukul 12.33 WIB, KN SAR Tetuka kembali menemukan benda berupa helm berwarna merah.

Operasi pencarian terus berlangsung hingga sore hari dan menghasilkan temuan ketiga berupa jaket pelampung berwarna oranye pada pukul 17.10 WIB.

Penyisiran kembali menghasilkan temuan pada pukul 18.09 WIB berupa satu jaket berwarna oranye.

"Dan pada pukul 18.09 WIB, kembali ditemukan jaket berwarna oranye," kata Al Amrad.

Dengan demikian, empat benda yang ditemukan selama penyisiran hari kelima terdiri atas jeriken minyak berwarna biru, helm berwarna merah, jaket pelampung berwarna oranye, dan jaket berwarna oranye.

Basarnas Belum Pastikan Keterkaitan Temuan

Basarnas belum dapat memastikan apakah keempat benda tersebut berkaitan dengan kapal cepat yang membawa delapan orang sebelum dilaporkan hilang kontak.

Seluruh benda yang ditemukan akan ditindaklanjuti Tim SAR Gabungan dan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah pencarian selanjutnya.

"Kami akan mengevaluasi hasil pencarian hari ini, temuan akan menjadi dasar untuk melakukan perluasan pencarian," ujar Al Amrad.

Pada hari kelima operasi, Tim SAR Gabungan telah memperluas wilayah pencarian melalui jalur laut dan udara.

Wilayah pencarian di perairan Selat Sunda juga dibagi menjadi sejumlah sektor untuk mendukung proses penyisiran.

Tim SAR Gabungan terus mengevaluasi setiap benda yang ditemukan karena berpotensi memberikan petunjuk mengenai keberadaan delapan orang yang masih dicari.

Operasi SAR masih dilanjutkan dengan mempertimbangkan hasil evaluasi dan temuan di lapangan sebagai dasar untuk menentukan serta memperluas area pencarian berikutnya.

Kapal Hilang Kontak Usai Bertolak ke Anak Krakatau

Peristiwa tersebut bermula ketika delapan orang berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pegedongan di Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin, 7 September, sekitar pukul 14.00 WIB.

Kapal cepat itu bertolak menuju kawasan Gunung Anak Krakatau sebelum kemudian dilaporkan hilang kontak.

Lima dari delapan orang yang berada di kapal merupakan jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.

Tiga orang lainnya adalah Warta sebagai nakhoda kapal, Surakman sebagai anak buah kapal atau ABK, serta Heriyanto sebagai pemandu.

Hingga hari kelima operasi SAR, kedelapan orang tersebut masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026