HOME  ⁄  Nasional

Fadli Zon Resmikan Pameran Penghormatan untuk Nasirun, Karya Sang Maestro Bersanding dengan Para Guru

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Fadli Zon Resmikan Pameran Penghormatan untuk Nasirun, Karya Sang Maestro Bersanding dengan Para Guru
Foto: Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan sambutan pada acara peresmian pameran karya Nasirun di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Sabtu 12/9/2026 (sumber: ANTARA/Pamela Sakina)

Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Sabtu meresmikan pameran "Nasirun (1965–2026): Bersimpuh di Kaki Para Guru" di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, sebagai penghormatan kepada maestro seni rupa Indonesia, Nasirun, yang meninggal dunia pada 1 Agustus 2026.

Fadli menilai pameran tersebut sangat relevan digelar untuk mengenang Nasirun dan pencapaiannya dalam dunia seni rupa Indonesia.

"Pameran ini sangat relevan untuk memberi penghormatan kepada almarhum," kata Fadli.

Menurut Fadli, kepergian Nasirun merupakan kehilangan besar karena sang seniman menghasilkan karya dengan pencapaian estetika dan artistik yang luar biasa serta menjadi salah satu figur penting dalam seni rupa Indonesia.

"Karena saya yakin bahwa dengan karya-karya Nasirun yang luar biasa, pencapaian estetika, pencapaian artistiknya luar biasa, kita memang kehilangan seorang figur besar di dalam dunia seni rupa Indonesia, yang juga tidak kalah dari nama-nama guru Beliau," ungkapnya.

Wujudkan Keinginan Nasirun Berpameran Bersama Para Guru

Pameran "Nasirun (1965–2026): Bersimpuh di Kaki Para Guru" sekaligus mewujudkan keinginan Nasirun semasa hidup untuk berpameran bersama para gurunya.

Konsep tersebut direalisasikan dengan menghadirkan karya-karya Nasirun berdampingan dengan karya para gurunya dalam satu ruang pameran.

Pameran dikuratori Dewan Kurator Galeri Nasional Indonesia yang terdiri atas Aminudin TH Siregar, Agung Hujatnikajennong, Citra Smara Dewi, dan Dio Pamola Chandra.

Pameran berlangsung mulai 13 September hingga 11 Oktober 2026 dan menjadi pameran terakhir yang diselenggarakan Galeri Nasional Indonesia sebelum proses revitalisasi.

Fadli menilai karya Nasirun memiliki kekayaan tema yang merefleksikan nilai tradisi, budaya, spiritualitas, realitas kehidupan sehari-hari, hingga modernitas melalui berbagai medium.

Kehadiran karya Nasirun bersama karya para gurunya juga dinilai memperlihatkan kedalaman sang maestro dalam mengolah berbagai nilai tersebut.

"Jadi ada karya-karya Mas Nasirun, ada karya-karya guru-guru Beliau, ini menunjukkan bagaimana kedalaman dari seorang Nasirun mengangkat nilai-nilai tradisi, spiritualitas, dan juga realitas, dan juga tentu saja modernitas di dalam karya-karyanya," kata Fadli.

Nasirun Wariskan Ilmu kepada Generasi Muda

Selain melalui karya seni, Nasirun dikenang sebagai sosok dengan dedikasi tinggi yang terbuka serta gemar membagikan ilmu dan pengalamannya kepada generasi muda.

Peran tersebut salah satunya terlihat melalui keterlibatan Nasirun dalam Program Belajar Bersama Maestro yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan pada 2025.

Sebanyak 10 siswa terpilih dalam program itu memperoleh kesempatan tinggal bersama Nasirun sekaligus belajar dan berkarya secara langsung dengan sang maestro.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya Nasirun mewariskan ilmu dan pengalamannya kepada generasi muda perupa Indonesia.

Menteri Kebudayaan berharap akan muncul "Nasirun-Nasirun" lain dari kalangan generasi muda yang dapat meneruskan dedikasi, pencapaian artistik, serta semangat berbagi ilmu sang maestro.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026