
Pantau - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI tidak sekadar menjadi ajang mengejar gelar juara, tetapi juga membawa semangat kebersamaan, persatuan, dan pengamalan Al Quran.
Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi dalam pembukaan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026) malam.
"Penampilan peserta dioptimalkan. Jauh dari kepentingan apapun, termasuk lebih penting dari hanya sekedar jadi juara," katanya.
Ahmad Luthfi menilai seluruh peserta memiliki nilai penting karena telah membaca dan mengamalkan Al Quran.
"Saya meyakini di hati kami yang paling dalam bahwa seluruh peserta adalah juara di hadapan Allah SWT karena telah membaca dan mengamalkan Al Quran yang malam hari ini (MTQ, red) dibuka secara resmi," katanya.
Ahmad Luthfi mengatakan terpilihnya Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI menjadi momentum bersejarah karena provinsi tersebut terakhir kali menjadi tuan rumah ajang serupa pada 1979.
"Secara pribadi saya bersyukur bisa menjadi salah satu saksi terselenggaranya MTQ Nasional XXXI," katanya.
Menurut Ahmad Luthfi, MTQ Nasional bukan hanya perlombaan membaca dan menghafal Al Quran, tetapi juga menjadi pesta rakyat yang menyatukan masyarakat lintas agama dan latar belakang.
Kehadiran sejumlah kepala daerah non-Muslim yang mengawal kafilah daerahnya menjadi salah satu gambaran kebersamaan tersebut.
"Beliau-beliau ini adalah pimpinan daerah masyarakat yang mempunyai latar belakang yang berbeda. Menunjukkan MTQ ini tidak hanya milik umat Islam, tetapi menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh masyarakat di Indonesia," katanya.
Ahmad Luthfi berharap MTQ Nasional dapat memancarkan pesan perdamaian dari Indonesia di tengah kondisi geopolitik dunia yang tidak menentu dan berbagai konflik yang masih berlangsung.
"Ini menunjukkan bahwa semangat MTQ tidak telah melampaui arena perlombaan, tetapi ada suatu nafas kebersamaan, persatuan, dan 'spirit' dalam rangka persatuan bangsa Indonesia," katanya.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno serta Menteri Agama Nasaruddin Umar turut menghadiri pembukaan MTQ Nasional XXXI tersebut.
MTQ Nasional XXXI berlangsung pada 11-20 September 2026 dengan perlombaan digelar di 12 arena yang tersebar di Kota Semarang.
Sebanyak 2.242 peserta yang terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan mengikuti ajang tersebut.
Para peserta berkompetisi dalam delapan cabang dan 24 golongan lomba dengan total 48 kategori yang diperlombakan.
- Penulis :
- Gerry Eka




