HOME  ⁄  Nasional

Revitalisasi Museum Hatta-Sjahrir Rampung, Fadli Zon Hidupkan Kembali Ruang Ingatan Sejarah Bangsa

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Revitalisasi Museum Hatta-Sjahrir Rampung, Fadli Zon Hidupkan Kembali Ruang Ingatan Sejarah Bangsa
Foto: Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat kunjungan peresmian revitalisasi Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir di Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (12/9/2026).

Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir yang telah direvitalisasi di Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (12/9/2026), sebagai upaya menghidupkan kembali ruang ingatan bangsa terhadap perjuangan kedua tokoh kemerdekaan tersebut.

Revitalisasi dilakukan dengan memperbarui arsitektur fisik, menata interior, serta memperkuat kuratorial agar sejarah Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir dapat disajikan secara lebih informatif dan kontekstual kepada masyarakat.

"Museum harus menjadi ruang pembelajaran yang hidup, tempat masyarakat, terutama generasi muda, dapat berdialog dengan sejarah," kata Fadli dalam siaran pers Kementerian Kebudayaan yang diterima di Jakarta, Minggu (13/9/2026).

Fadli menilai revitalisasi museum menjadi langkah untuk menghidupkan kembali jejak perjuangan, keteguhan hati, pemikiran, dan pengorbanan Hatta serta Sjahrir sebagai warisan budaya bagi generasi mendatang.

"Semoga semakin banyak masyarakat yang mengunjungi museum ini untuk belajar dan meneladani perjuangan para pahlawan kita," kata Fadli.

Rumah Pengasingan Menyimpan Jejak Perjuangan Hatta dan Sjahrir

Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir pada Februari 1942 dipindahkan dari Banda Neira menuju kompleks Sekolah Polisi Sukabumi sebagai tahanan politik.

Keduanya tetap menjalankan usaha, mengembangkan pemikiran, dan merintis perjuangan menuju kemerdekaan Republik Indonesia meskipun berada dalam pengawasan ketat pemerintah kolonial.

Bangunan bersejarah tersebut kini berada di dalam kompleks Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri serta wilayah Pemerintah Kota Sukabumi.

Kementerian Kebudayaan pada 2026 melalui program revitalisasi museum, keraton, dan taman budaya telah menyelesaikan pembenahan arsitektur fisik sekaligus penataan interior dan kuratorial museum tersebut.

Museum Tampilkan Perjalanan Perjuangan Bung Hatta dan Sjahrir

Pada bangunan utama sisi kanan, pengunjung dapat melihat lini masa perjuangan Mohammad Hatta serta ruang kerja yang memuat berbagai karya tulis dan kliping koran dari era Jepang hingga masa kemerdekaan.

Museum juga menampilkan peta perjalanan pengasingan Bung Hatta untuk memberikan gambaran mengenai perjalanan sejarah tokoh proklamator tersebut.

Pada sisi kiri bangunan, pengunjung disuguhi lini masa kehidupan dan perjuangan Sutan Sjahrir beserta sejumlah koleksi yang berkaitan dengan dirinya.

Koleksi tersebut antara lain gramofon yang memutar lagu kesukaan Sjahrir, pajangan radio pemberitaan luar negeri, serta arsip surat kabar Daulat Ra’yat.

Penataan tersebut diarahkan untuk memperkuat penyajian sejarah kedua tokoh sehingga pengunjung tidak hanya melihat bangunan bersejarah, tetapi juga memperoleh informasi mengenai perjalanan perjuangan mereka.

Kementerian Kebudayaan Dorong Transformasi Museum

Kementerian Kebudayaan terus mendorong transformasi museum agar tidak hanya menjadi tempat penyimpanan dan perlindungan koleksi sejarah.

Museum diarahkan menjadi ruang edukasi, literasi, penelitian, arsip, serta ruang kreatif yang relevan dan interaktif bagi masyarakat.

Transformasi tersebut dilakukan melalui penguatan regulasi dan kebijakan pengembangan museum, peningkatan infrastruktur, serta digitalisasi koleksi untuk memperluas akses masyarakat.

Pemerintah juga mendorong penguatan kemitraan dan kolaborasi dalam pengelolaan serta pengembangan museum.

Pemkot Sukabumi dan Setukpa Polri Siap Rawat Museum

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyambut peresmian Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir serta menyatakan kesiapan memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memastikan museum terus terawat dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Kepala Setukpa Lemdiklat Polri Brigjen Pol. Dirin juga menyampaikan apresiasi terhadap proses revitalisasi hingga peresmian museum.

Dirin menilai rumah pengasingan tersebut memiliki nilai penting sebagai bagian dari sejarah perjuangan dan kemerdekaan Indonesia sekaligus ruang pembelajaran bagi masyarakat serta generasi mendatang.

Setukpa Polri menyatakan siap menjaga dan merawat rumah pengasingan tersebut agar tetap menjadi bagian penting dari sejarah bangsa.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026