HOME  ⁄  Nasional

Pertamina Trans Kontinental Perkuat Kapal Ramah Lingkungan untuk Dorong Industri Maritim Berkelanjutan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pertamina Trans Kontinental Perkuat Kapal Ramah Lingkungan untuk Dorong Industri Maritim Berkelanjutan
Foto: Direktur Utama Pertamina Trans Kontinental (PTK) Harris Abdi Sembiring Meliala.

Pantau - PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memperkuat pengembangan kapal ramah lingkungan melalui modernisasi armada, digitalisasi operasi, dan inovasi teknologi untuk meningkatkan daya saing sekaligus mendukung industri maritim nasional yang berkelanjutan.

Direktur Utama PTK Harris Abdi Sembiring Meliala menyampaikan arah pengembangan tersebut dalam rangkaian syukuran HUT ke-57 PTK di Kantor PTK, Jakarta.

“Ke depan, kami akan perkuat modernisasi, digitalisasi serta green supporting vessel. Ini adalah masa depan PTK,” ujar Harris.

Menurut Harris, PTK telah berkembang selama 57 tahun menjadi perusahaan yang menyediakan layanan maritim secara terintegrasi di sejumlah wilayah strategis Indonesia.

“Semakin melangkah, kami akan perkuat operational excellence dengan modernisasi, digitalisasi dan kapal penunjang ramah lingkungan (green supporting vessel),” ujarnya.

PTK Kembangkan Kapal Berbahan Bakar Ganda

PTK didirikan pada 1969 sebagai anak usaha PT Pertamina (Persero) dengan nama PT Pertamina Tongkang yang pada awalnya bergerak dalam jasa kapal pandu tunda.

Perusahaan kemudian mendirikan sejumlah anak usaha hingga 1991 untuk memperkuat layanan di sektor maritim.

“Pada tahun 2011, nama PT Pertamina Tongkang berubah menjadi PT Pertamina Trans Kontinental,” ujarnya.

Bisnis PTK kini mencakup penyediaan dan operasional armada kapal penunjang atau support vessel, pengoperasian pelabuhan atau port operation, layanan maritim atau marine service, serta pangkalan logistik pesisir atau shorebase.

Pengembangan kapal ramah lingkungan PTK mulai dilakukan pada 2019 melalui pengoperasian Transko Rajawali yang disebut sebagai kapal tunda atau harbour tug berbahan bakar ganda pertama di Indonesia.

“Berukuran panjang 34 meter, kapal ini menggunakan bahan bakar solar dan liquefaction natural gas (LNG), sehingga lebih ramah lingkungan dan rendah emisi,” bebernya.

Kapal tersebut menggunakan kombinasi bahan bakar solar dan LNG sebagai bagian dari upaya perusahaan mengurangi emisi dalam kegiatan operasional armada.

Panel Surya Diklaim Pangkas Emisi 79,2 Ton CO2

PTK selanjutnya memperluas penggunaan teknologi dan sumber energi yang lebih ramah lingkungan pada sejumlah kapal penunjang, termasuk utility boat dan crew boat.

Pada 11 Juni 2026, PTK memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Kapal Oil Barge (OB) Patra 2303.

Perusahaan mengklaim penggunaan teknologi tersebut mampu memangkas emisi hingga 79,2 ton CO2 per tahun sekaligus mengurangi ketergantungan armada logistik laut terhadap bahan bakar diesel atau solar.

PTK juga berencana memperluas pemanfaatan panel surya pada armada sebagai bagian dari pengembangan konsep green shipping.

Selain panel surya, perusahaan menyiapkan uji coba Battery Management System (BMS) pada kapal mulai 2027 untuk mendukung pengembangan teknologi pelayaran yang lebih ramah lingkungan.

PTK Siapkan Peremajaan dan Modernisasi Armada

Harris mengatakan PTK saat ini memiliki 370 kapal milik perusahaan dan menyewa sekitar 82 kapal lainnya untuk mendukung kegiatan operasional.

Perusahaan berencana menambah kapal baru sekaligus melakukan peremajaan dan modernisasi terhadap kapal yang telah beroperasi.

Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan operasional sekaligus menjaga kualitas layanan kepada pelanggan.

Modernisasi aset juga berjalan beriringan dengan digitalisasi operasi perusahaan yang saat ini telah memiliki 21 digitalisasi di seluruh fungsi kerja.

“Ke depan, aplikasi ini akan meningkat menjadi Artificial Intelligence (AI) sehingga dapat membantu manajemen dalam mengambil keputusan,” jelas Harris.

Pemanfaatan Artificial Intelligence tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari pengembangan sistem digital untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen.

PTK Dorong Industri Maritim Berkelanjutan

Harris berharap rencana modernisasi, digitalisasi, dan pengembangan kapal ramah lingkungan mendapat dukungan dari pemegang saham, manajemen, pekerja PTK, serta pemangku kepentingan terkait.

Penguatan teknologi dan peremajaan armada tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi juga mendukung pengembangan sektor maritim nasional.

“Tidak hanya untuk memajukan PTK untuk terus berkembang, maju dan unggul, namun mendorong industri maritim Indonesia yang berkelanjutan,” kata Harris.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026