
Pantau - Pemerintah Kota Tangerang Selatan meningkatkan pencegahan kebakaran dan longsor di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang dengan menguruk timbunan sampah serta menerapkan pengawasan selama 24 jam.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan sekitar 70 persen area TPA Cipeucang telah menjalani proses pengurukan.
Pengurukan dilakukan untuk menutup timbunan sampah sekaligus mengurangi potensi kebakaran dan longsor di kawasan tersebut.
Pemkot Tangsel juga memperketat penjagaan agar kawasan TPA bebas dari aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu kebakaran.
“Jangan sampai ada aktivitas masyarakat di sekitar lingkungan Cipeucang, terutama pembakaran sampah,” ucap Wakil Wali Kota Pilar dalam keterangannya di Tangerang, Minggu (13/9/2026).
Pemkot Tangsel memastikan koordinasi lintas instansi dan berbagai langkah pencegahan terus dilakukan untuk menjaga keselamatan, kesehatan, serta kenyamanan masyarakat.
TPA Cipeucang Dijaga Selama 24 Jam
Pengawasan selama 24 jam menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengantisipasi aktivitas yang dapat memicu kebakaran di sekitar TPA Cipeucang.
Perhatian khusus diberikan terhadap kegiatan pembakaran sampah karena dapat menimbulkan dampak lebih besar di kawasan tempat pembuangan akhir.
Selain mencegah kebakaran, pengurukan timbunan sampah juga ditujukan untuk mengurangi risiko longsor.
Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan koordinasi antarlembaga agar potensi gangguan terhadap masyarakat di sekitar kawasan dapat ditekan.
Pemkot Salurkan 943.950 Liter Air Bersih
Di tengah upaya mengantisipasi kebakaran TPA, Pemkot Tangsel juga menangani dampak kekeringan dengan mendistribusikan air bersih kepada masyarakat terdampak.
Hingga 8 September 2026, jumlah air bersih yang telah didistribusikan pemerintah daerah mencapai 943.950 liter.
"Penyaluran tersebut dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi kekeringan," ujarnya.
Distribusi tersebut terus dilakukan sebagai bagian dari penanganan pemerintah terhadap kebutuhan dasar warga selama kondisi kekeringan.
Jalan Disemprot untuk Tekan Dampak Abu Vulkanik
Pemkot Tangsel juga melakukan penyemprotan jalan sebagai bagian dari dust suppresion untuk menangani dampak abu vulkanik di sejumlah wilayah.
Selain penyemprotan, masker dibagikan kepada masyarakat melalui Dinas Kesehatan dan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.
Distribusi masker dilakukan melalui puskesmas, posyandu, serta kegiatan Ngider Sehat.
"PMI Kota Tangerang Selatan juga turut membagikan ribuan masker kepada masyarakat di tujuh kecamatan," ujarnya.
Berdasarkan informasi per 10 September 2026, aktivitas Gunung Anak Krakatau disebut telah mengalami penurunan secara drastis.
“Alhamdulillah, aktivitas Gunung Anak Krakatau sudah turun secara drastis. Mudah-mudahan ke depannya bisa reda,” ujar Pilar Saga Ichsan.
- Penulis :
- Gerry Eka




