HOME  ⁄  Nasional

Polisi Muara Enim Gelar Subuh Keliling untuk Perkuat Pencegahan Karhutla

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Polisi Muara Enim Gelar Subuh Keliling untuk Perkuat Pencegahan Karhutla
Foto: Aparat Kepolisian Muara Enim, Sumatera Selatan, menjalankan program edukasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui shalat Subuh keliling ke setiap masjid di daerah tersebut.

Pantau - Polres Muara Enim, Sumatera Selatan, menggelar program shalat Subuh keliling di sejumlah masjid sebagai sarana mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra mengatakan program tersebut melibatkan personel polsek dan bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat atau Bhabinkamtibmas.

Pendekatan melalui kegiatan keagamaan digunakan kepolisian untuk memperkuat kesadaran masyarakat agar ikut menjaga lingkungan dan mencegah munculnya kebakaran lahan.

"Pencegahan karhutla harus dilakukan bersama-sama. Melalui hal ini, personel tidak hanya bersilaturahmi dengan masyarakat, tetapi juga menyampaikan secara langsung pentingnya menjaga lingkungan dan tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar," ujarnya.

Hendri menilai masyarakat memiliki peran penting dalam upaya pencegahan karena berada paling dekat dengan lingkungan yang berpotensi mengalami kebakaran.

Masyarakat juga diminta segera melapor kepada kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas pembakaran lahan maupun menemukan potensi terjadinya karhutla.

Subuh Keliling Juga Diisi Pesan Kamtibmas

Selain memberikan edukasi pencegahan karhutla, personel kepolisian memanfaatkan kegiatan Subuh keliling untuk menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat kepada jamaah.

Pesan tersebut mencakup penguatan semangat warga menjaga warga dan peningkatan kegiatan sistem keamanan lingkungan atau siskamling.

Polisi turut mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak pidana pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, serta pencurian kendaraan bermotor yang dikenal sebagai kejahatan 3C.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya mengatakan edukasi pencegahan karhutla akan terus dilakukan melalui berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Upaya pencegahan karhutla tidak hanya dilakukan melalui patroli di wilayah rawan, tetapi juga melalui edukasi yang terus diperkuat. Subuh keliling menjadi salah satu sarana yang efektif untuk menyampaikan pesan tersebut sekaligus mempererat kedekatan Polri dengan masyarakat," ujarnya.

Sebanyak 109 Karhutla Terjadi hingga Awal September

Berdasarkan data BPBD Muara Enim, sebanyak 109 kejadian karhutla tercatat di daerah tersebut hingga 1 September 2026.

Total luas lahan yang terbakar dalam rangkaian kejadian tersebut mencapai 423,5 hektare.

Karhutla antara lain terjadi di Kecamatan Gelumbang, Kelekar, Gunung Megang, Muara Enim, Sungai Rotan, dan Lawang Kidul.

Kecamatan Gelumbang tercatat menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak kebakaran hutan dan lahan di Muara Enim.

Penanganan Kebakaran Masih Berlangsung

Penanganan karhutla di Kabupaten Muara Enim masih berlangsung selama September 2026 seiring munculnya kebakaran di sejumlah wilayah.

Tim Brimob Polda Sumatera Selatan pada Jumat, 11 September 2026, melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut di Kecamatan Gelumbang.

Pemadaman di kawasan tersebut dilakukan menggunakan cairan pemadam khusus untuk membantu penanganan kebakaran lahan gambut.

Kepolisian akan terus memadukan patroli wilayah rawan dengan edukasi langsung kepada masyarakat sebagai bagian dari langkah pencegahan karhutla di Muara Enim.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026