HOME  ⁄  Nasional

BMKG Catat Hotspot di Nabire Melonjak Jadi 268 Titik, Cuaca Panas dan Kering Berlanjut Sepekan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

BMKG Catat Hotspot di Nabire Melonjak Jadi 268 Titik, Cuaca Panas dan Kering Berlanjut Sepekan
Foto: Aktifitas masyarakat yang terganggu akibat kabut asap di Jalan Merdeka Nabire, Senin 14/9/2026 (sumber: ANTARA/Ali Nur Ichsan)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat jumlah hotspot atau titik panas di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, melonjak signifikan dari 12 titik pada 10 September menjadi 268 titik pada 13 September 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi Nabire Husain Kamadi mengatakan, dari 268 hotspot yang terdeteksi pada 13 September, sebanyak 25 titik masuk kategori rendah, 238 titik kategori sedang, dan lima titik kategori tinggi.

"Jumlah hotspot di Nabire terus meningkat dalam beberapa hari terakhir, yakni 25 titik pada 11 September dan 122 titik pada 12 September, hingga 268 titik pada 13 September," ungkap Husain.

Secara keseluruhan, BMKG mendeteksi 376 hotspot di wilayah Papua Tengah pada 13 September 2026.

Ratusan hotspot tersebut tersebar di sejumlah kabupaten, dengan Nabire menjadi wilayah yang memiliki jumlah deteksi tertinggi di Papua Tengah.

Hotspot Masih Perlu Diverifikasi di Lapangan

BMKG menjelaskan, hotspot kategori rendah menunjukkan kemungkinan keberadaan titik panas yang relatif kecil sehingga masih membutuhkan verifikasi lebih lanjut.

Sementara itu, hotspot kategori sedang menunjukkan kemungkinan yang lebih besar sebagai indikasi terjadinya kebakaran.

Adapun hotspot kategori tinggi menunjukkan indikasi kebakaran yang lebih kuat sehingga membutuhkan tindak lanjut segera melalui pemeriksaan di lapangan.

Husain menegaskan bahwa hotspot merupakan hasil deteksi menggunakan satelit sehingga jumlah titik yang terpantau tidak serta-merta sama dengan jumlah kebakaran yang sedang berlangsung.

Karena berasal dari deteksi satelit, setiap hotspot perlu dikonfirmasi melalui pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan keberadaan kebakaran.

BMKG juga memprakirakan tingkat kemudahan terjadinya kebakaran, penyebaran api, serta intensitas kebakaran di Papua Tengah masih berada dalam kategori tinggi hingga sangat tinggi untuk empat hari ke depan.

Kondisi tersebut meningkatkan perlunya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan di tengah bertambahnya jumlah hotspot.

Nabire Diprakirakan Panas dan Kering Sepekan

Untuk wilayah Nabire, kondisi cuaca diprakirakan tetap panas dan kering selama sekitar satu pekan ke depan dengan peluang hujan yang tidak signifikan.

"Untuk Nabire diprakirakan masih panas dan kering selama satu minggu ke depan sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran," kata Husain.

Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan karena berpotensi memicu dan memperluas kebakaran.

Warga juga diminta tidak membakar sampah di area terbuka serta tidak membuang puntung rokok secara sembarangan, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering.

Apabila menemukan titik api, masyarakat diminta segera melaporkannya agar dapat ditindaklanjuti sehingga kebakaran tidak meluas.

Masyarakat juga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan apabila asap kebakaran mulai mengganggu kualitas udara.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026