
Pantau - Satu keluarga asal Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, diduga menjadi penumpang KM Virgo Transport 8 yang terbalik dan tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Empat anggota keluarga tersebut terdiri atas Winarsih, suaminya, serta dua anak mereka yang hingga Senin, 14 September, masih belum ditemukan berdasarkan keterangan keluarga.
Lurah Bujel I Wayan Yudianna mengatakan nama Winarsih tercatat dalam daftar penumpang kapal tersebut.
"Benar, salah satu warga kami atas nama Winarsih masuk dalam daftar yang ada di kapal Virgo yang tenggelam. Beliau berangkat bersama suami dan dua orang anaknya," ungkap Yudianna.
Keluarga Menunggu Kabar dan Proses Identifikasi
Salah seorang anggota keluarga, Sigit Sugiarto, mengatakan Winarsih bersama suami dan kedua anaknya melakukan perjalanan menuju Kalimantan karena salah seorang di antara mereka akan bekerja di daerah tersebut.
Keluarga pertama kali memperoleh informasi mengenai kejadian yang menimpa KM Virgo Transport 8 dari seorang rekan yang menjadi tujuan keluarga tersebut di Banjarmasin.
Menurut Sigit, hingga Senin informasi mengenai kondisi dan keberadaan keempat anggota keluarganya masih belum pasti.
"Masih simpang siur menunggu berita. Kami dapat informasinya itu dari Banjarmasin," kata Sigit.
Keluarga berharap keempat anggota keluarganya segera ditemukan dan mendapatkan kabar baik di tengah proses pencarian yang masih berlangsung.
Yudianna mengatakan petugas identifikasi Polres Kediri Kota telah mendatangi rumah keluarga korban pada Minggu, 13 September, malam untuk menyampaikan informasi terkait kecelakaan tersebut.
Petugas juga meminta sejumlah dokumen yang diperlukan guna membantu proses identifikasi korban.
Keluarga kemudian membawa sejumlah dokumen ke Surabaya untuk diserahkan kepada tim identifikasi, termasuk ijazah yang diperlukan untuk mendukung pencocokan data sidik jari.
Sementara itu, pelaksanaan tes DNA masih menunggu tim identifikasi yang berada di Surabaya.
"Untuk tes DNA ini masih menunggu dari tim identifikasi yang ada di Surabaya," ungkap Yudianna.
Pemerintah Kelurahan Bujel juga telah mendatangi keluarga untuk memastikan kebutuhan mereka selama proses pencarian dan identifikasi berlangsung.
Pihak kelurahan menyatakan siap memberikan bantuan, termasuk dukungan transportasi apabila keluarga harus pergi ke Surabaya untuk keperluan identifikasi.
Pemerintah Kelurahan Bujel juga terus berkoordinasi dengan keluarga dan memantau perkembangan informasi dari pihak terkait mengenai keberadaan keempat korban.
Kapal Membawa 243 Penumpang
KM Virgo Transport 8 dilaporkan tiba-tiba miring ke kiri dengan sangat cepat sekitar pukul 01.20 Wita tanpa adanya alarm maupun pemberitahuan sebelum akhirnya tenggelam.
Kapal yang membawa total 243 penumpang itu kemudian dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu, 13 September, sekitar pukul 02.00 Wita.
KM Virgo Transport 8 diketahui berlayar menuju Banjarmasin setelah berangkat dari Surabaya pada Sabtu, 12 September.
Hingga Senin, 14 September, pukul 15.30 Wita, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 115 dari 243 orang di kapal telah ditemukan.
Sebanyak 109 orang ditemukan dalam keadaan selamat, sedangkan enam orang meninggal dunia.
Dengan jumlah tersebut, sebanyak 128 orang masih belum ditemukan.
Dari 115 korban yang ditemukan, sebanyak 86 orang telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dengan rincian 85 orang selamat dan satu orang meninggal dunia.
Satu korban lainnya telah tiba di Lanud Syamsudin Noor, sementara 28 korban masih dalam proses evakuasi dari lokasi kecelakaan menuju Pelabuhan Trisakti.
Basarnas Kerahkan 15 Armada Laut dan Udara
Basarnas mengerahkan total 15 armada laut dan udara yang terdiri atas 11 kapal, satu helikopter, dan tiga pesawat untuk mencari korban KM Virgo Transport 8.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan unsur laut yang dikerahkan mencakup kapal Basarnas dari Banjarmasin, Surabaya, dan Makassar yang bergerak menuju lokasi kejadian untuk mendukung operasi pencarian.
Operasi pencarian melalui laut juga mendapatkan dukungan empat KRI TNI AL.
Untuk pencarian melalui udara, operasi didukung pesawat dari Skadron 400 TNI AL Surabaya, satu helikopter Polri, serta pesawat CN-235 TNI AL.
Satu pesawat Karavan BNPB juga mulai diperbantukan dalam operasi pencarian terhadap korban KM Virgo Transport 8.
- Penulis :
- Arian Mesa




