HOME  ⁄  Nasional

Wakil Ketua MPR Dorong Kolaborasi agar Perpustakaan Tetap Relevan dan Perkuat Literasi Masyarakat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Wakil Ketua MPR Dorong Kolaborasi agar Perpustakaan Tetap Relevan dan Perkuat Literasi Masyarakat
Foto: (Sumber :Lestari Moerdijat menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak agar perpustakaan dan ruang edukasi publik tetap relevan bagi masyarakat.)

Pantau - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk menjaga perpustakaan serta ruang edukasi publik tetap relevan sekaligus memperkuat literasi masyarakat.

"Pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa revitalisasi yang melibatkan komunitas, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan mampu mempercepat transformasi ruang baca menjadi destinasi yang diminati," kata Lestari dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan, Senin (14/9/2026).

Hari Kunjung Perpustakaan pertama kali ditetapkan pada 14 September 1995 oleh Presiden Soeharto dengan tujuan meningkatkan budaya membaca dan literasi di Indonesia.

Lestari mencontohkan kolaborasi dalam pengalihan fungsi rumah dinas Bupati Jepara menjadi bagian dari Museum Kartini yang dinilai dapat diterapkan dalam pengembangan sektor kebudayaan lainnya.

“Alih fungsi rumah dinas Bupati Jepara menjadi bagian dari Museum Kartini yang relatif cepat merupakan bentuk kolaborasi yang kuat semua pihak terkait dalam mewujudkannya,” ujar Lestari.

Sebanyak 93,27 Persen Perpustakaan Belum Terakreditasi

Data Perpustakaan Nasional 2025 mencatat terdapat 219.415 perpustakaan di Indonesia yang terdiri atas 155.904 perpustakaan di lingkungan SD hingga SLTA dan sederajat, 54.344 perpustakaan umum, 5.833 perpustakaan khusus, serta 3.335 perpustakaan perguruan tinggi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 14.774 perpustakaan atau 6,73 persen telah terakreditasi, sedangkan 204.641 perpustakaan atau 93,27 persen belum terakreditasi.

Lestari menilai kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dijawab melalui penguatan di berbagai sektor dengan melibatkan banyak pihak.

Kolaborasi Lintas Sektor Didorong Perkuat Literasi

Lestari berharap pola kolaborasi pemerintah, komunitas, dan pemangku kepentingan dapat diterapkan secara konsisten dalam pembangunan sektor kebudayaan nasional.

Menurut dia, komitmen lintas sektor diperlukan agar perpustakaan, museum, dan ruang pengetahuan lainnya tetap hidup serta dapat diakses masyarakat secara luas.

“Kolaborasi kuat semua pihak terkait sangat dibutuhkan untuk mewujudkannya sebagai bagian upaya menghadirkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan literasi secara luas,” pungkas Lestari.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026