
Pantau - Aparat kepolisian mengamankan pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik maskapai Aman Air yang tergelincir saat mendarat di Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, dengan pilot dilaporkan selamat dan tidak ada korban jiwa.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-WNU tersebut berdasarkan laporan awal membawa muatan sekitar 3.700 liter BBM jenis diesel.
Pelaksana Tugas Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung mengatakan tidak ada korban dalam insiden tersebut.
"Infonya tergelincir dan tidak ada korban," ungkap Henry.
Pesawat Keluar Landasan dan Tabrak Pagar Bandara
Pesawat dilaporkan tergelincir ketika melakukan pendaratan di Bandara Mulia sekitar pukul 11.22 WIT.
Saat proses pendaratan, pesawat mengalami kecenderungan bergerak ke arah kanan hingga keluar dari sisi kanan landasan pacu.
Pesawat kemudian menabrak pagar pembatas bandara setelah keluar dari landasan.
Personel Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) bersama tim pertolongan dan keselamatan bandara segera melakukan penanganan setelah pesawat keluar dari landasan.
Petugas langsung mengamankan pilot dan lokasi kejadian serta membentuk perimeter di sekitar pesawat.
Pengamanan perimeter dilakukan untuk mencegah masyarakat memasuki area kejadian sekaligus memastikan kondisi landasan tetap aman selama proses penanganan.
Pesawat PK-WNU masih berada di lokasi kejadian dan dilaporkan mengalami sejumlah kerusakan.
Bandara Mulia Ditutup Sementara Menunggu Investigasi KNKT
Aparat kepolisian bersama pihak terkait berkoordinasi dengan AirNav dan pengelola Bandara Mulia setelah insiden tersebut.
Hasil koordinasi mencakup penutupan sementara operasional Bandara Mulia hingga pemeriksaan dan investigasi dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Pesawat masih di lokasi menunggu KNKT melakukan investigasi," ungkap Henry.
Kepolisian memastikan pengamanan di lokasi terus dilakukan untuk menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat serta mendukung investigasi guna menentukan penyebab insiden.
Petugas juga mengambil langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran karena bahan bakar dari pesawat dilaporkan menetes setelah insiden.
Penanganan di sekitar pesawat dan landasan terus dilakukan dengan mempertimbangkan risiko dari muatan BBM serta bahan bakar yang menetes.
- Penulis :
- Arian Mesa




