HOME  ⁄  Nasional

Kemdiktisaintek Luncurkan Satu Beasiswa Indonesia untuk Cegah Duplikasi Penerima Bantuan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemdiktisaintek Luncurkan Satu Beasiswa Indonesia untuk Cegah Duplikasi Penerima Bantuan
Foto: (Sumber :Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (kedua kiri) dan Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Perguruan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek, Sandro Mihradi (kanan) dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (16/9/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad/am..)

Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkenalkan layanan digital Satu Beasiswa Indonesia yang mengintegrasikan informasi bantuan pendidikan dari berbagai sumber untuk mencegah duplikasi data dan memperluas akses beasiswa.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan layanan tersebut menjadi inisiatif pemerintah untuk mendorong berbagai pihak bersama-sama membantu mahasiswa yang membutuhkan beasiswa.

"Ini adalah inisiatif dari pemerintah untuk mengajak seluruh sektor bahu-membahu, bergotong-royong, bersama-sama membantu anak-anak bangsa yang memang membutuhkan beasiswa," kata Brian dalam kegiatan Sarasehan Mitra Beasiswa di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Menurut Brian, selama ini masih terdapat kendala akibat belum tersedianya informasi secara komprehensif mengenai beasiswa, baik bagi pencari maupun pemberi bantuan.

Cegah Mahasiswa Terima Beasiswa Ganda

Kehadiran Satu Beasiswa Indonesia diharapkan dapat memetakan berbagai program pendanaan sehingga penyaluran bantuan menjadi lebih merata dan tepat sasaran tanpa duplikasi.

Brian mencontohkan pendataan terintegrasi diperlukan untuk mencegah seorang mahasiswa mendapatkan beberapa sumber pendanaan sekaligus, sementara mahasiswa lainnya tidak memperoleh bantuan.

"Karena kadang-kadang mungkin ada perusahaan memberi beasiswa, kampus memberi beasiswa, pemerintah pusat memberi beasiswa, pemda memberi beasiswa, khawatir justru mahasiswanya sama misalnya," ujar dia.

Brian menegaskan sistem dalam platform tersebut tidak mengambil alih pengelolaan dana beasiswa milik para mitra.

Sistem tersebut difokuskan pada penyebarluasan dan integrasi informasi agar masyarakat lebih mudah mengakses berbagai program beasiswa yang tersedia.

Sebanyak 71 Program Beasiswa Siap Ditayangkan

Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Perguruan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek Sandro Mihradi mengatakan persiapan portal informasi tersebut terus mengalami perkembangan.

Berdasarkan pencatatan hingga 15 September 2026, platform Satu Beasiswa Indonesia telah siap menayangkan 71 program beasiswa yang dapat diakses publik.

Portal tersebut juga dirancang memiliki fitur pencocokan atau matching antara pencari dan pemberi beasiswa.

Sistem akan terus disempurnakan seiring dengan bertambahnya mitra filantropi yang bergabung dalam ekosistem beasiswa.

"Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh perwakilan pemerintah negara sahabat, kementerian dan lembaga pemerintah daerah, perguruan tinggi, mitra filantropi, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi. Semoga ikhtiar kita ini dapat memperluas akses pendidikan tinggi yang berkeadilan dan membuka lebih banyak jalan bagi putra putri terbaik di Indonesia," ucap Sandro Mihradi.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026