
Pantau - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyampaikan dua jenazah warga Garut yang menjadi korban insiden Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa dipulangkan kepada keluarga masing-masing di Desa Situsaeur, Kabupaten Garut, Rabu, 16 September 2026.
Kepala Dinsos Kabupaten Garut Marlinda Siti Hana membenarkan dua warga Kabupaten Garut meninggal dunia dalam insiden KM Virgo Transport 8.
Kedua korban meninggal dunia tersebut adalah Erick Maisul Latif (37) dan Risyan Kurnia Putra (28).
"Dijadwalkan dipulangkan ke keluarga pada Rabu, 16 Sep 2026," kata Marlinda.
Jenazah Diperkirakan Tiba Pukul 16.00 WIB
Dua jenazah warga Garut tersebut dipulangkan bersama sejumlah jenazah korban KM Virgo lainnya yang telah berhasil diidentifikasi.
Proses identifikasi korban dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan di RS Bhayangkara, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa, 15 September 2026.
Hingga Rabu siang, kedua jenazah tersebut masih dalam perjalanan menuju Kabupaten Garut.
Kedua jenazah diperkirakan tiba di wilayah Karangpawitan, Kabupaten Garut, sekitar pukul 16.00 WIB.
"Nyampe lokasi Karangpawitan sekitar pukul 16.00," ungkap Marlinda.
23 Warga Garut Menjadi Korban KM Virgo
Insiden KM Virgo Transport 8 terjadi di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026, dini hari.
Dalam insiden tersebut tercatat 23 warga Kabupaten Garut menjadi korban, dengan dua orang dinyatakan meninggal dunia dan 12 orang berhasil selamat.
Sementara itu, warga Garut lainnya yang menjadi korban masih dalam proses pencarian.
Pemerintah Kabupaten Garut bersama Polres Garut telah membuka Posko Informasi Kecelakaan KM Virgo di Kampung Panyingkiran, Desa Situsaeur, Kabupaten Garut.
Posko tersebut dibuka untuk memudahkan keluarga korban memperoleh informasi mengenai perkembangan pencarian, identifikasi, dan penanganan korban KM Virgo.
Tim DVI Ambil Sampel DNA Keluarga Korban
Tim DVI Polda Jawa Barat juga telah mengambil sampel DNA dari keluarga korban yang berada di Kabupaten Garut.
Sampel DNA keluarga diperlukan untuk membantu proses identifikasi terhadap korban KM Virgo yang ditemukan.
Pencocokan DNA menjadi bagian dari proses untuk memastikan identitas korban sebelum jenazah diserahkan dan dipulangkan kepada keluarga masing-masing.
- Penulis :
- Shila Glorya




