HOME  ⁄  Nasional

Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jawa Timur untuk Dorong Kedaulatan Pangan Nasional

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jawa Timur untuk Dorong Kedaulatan Pangan Nasional
Foto: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima kunjungan 109 mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) di Gedung Negara Grahadi Surabaya (sumber: Biro Adpim Pemprov Jatim)

Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan berbagai potensi sektor pangan Jawa Timur yang dinilai mampu mendukung upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional saat menerima kunjungan 109 mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Dalam menyambut rombongan Unhan RI, Khofifah menekankan semangat kebinekaan dan optimisme Jawa Timur dalam mendukung pembangunan nasional.

"Selamat datang di Bumi Majapahit. Yang selalu menyemai harmoni, Kebhinnekaan dan nafas Ke-Indonesiaan lewat optimisme Gerbang Baru Nusantara," ungkap Khofifah.

Khofifah mengatakan Jawa Timur tidak hanya berfokus pada ketahanan pangan, tetapi telah bergerak menuju kedaulatan pangan yang berkelanjutan.

Menurutnya, kemampuan tersebut tercermin dari capaian sektor pertanian Jawa Timur yang secara konsisten berada di peringkat teratas secara nasional.

Produksi Padi Diperkirakan Capai 9,86 Juta Ton GKG

Jawa Timur disebut menjadi salah satu lumbung pangan nasional dengan produksi padi dan beras tertinggi secara nasional sejak 2020 hingga semester pertama 2026.

Berdasarkan potensi produksi periode Januari hingga Oktober 2026, produksi padi Jawa Timur diperkirakan mencapai 9,86 juta ton gabah kering giling (GKG).

Jumlah tersebut meningkat sekitar 5,13 persen dibandingkan produksi pada periode yang sama tahun 2025.

Produksi sebanyak 9,86 juta ton GKG itu diperkirakan setara dengan sekitar 5,69 juta ton beras.

Selain beras, Khofifah menyoroti potensi Jawa Timur dalam mendukung pencapaian swasembada gula konsumsi secara nasional.

"Tahun lalu Indonesia sesungguhnya sudah swasembada beras. Jika kita sama-sama punya tekat yang kuat, tahun ini Insya Allah kita bisa mencapai swasembada gula untuk konsumsi tanpa melakukan impor gula konsumsi," kata Khofifah.

Upaya meningkatkan produksi gula antara lain dilakukan melalui bongkar ratoon secara masif untuk memperbaiki produktivitas tanaman tebu sehingga produksi bahan baku gula dapat ditingkatkan.

Pemerintah juga melakukan revitalisasi terhadap sejumlah pabrik gula guna meningkatkan kemampuan pengolahan tebu.

Khofifah menyebut revitalisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pabrik gula hingga di atas 80 persen sekaligus menghasilkan tingkat rendemen yang lebih maksimal.

Peternakan Sapi Potong Jadi Pilar Kedaulatan Pangan

Selain tanaman pangan dan gula, sektor peternakan menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung kedaulatan pangan, khususnya untuk memenuhi kebutuhan protein hewani.

Jawa Timur saat ini disebut memiliki populasi sapi potong tertinggi di Indonesia dengan jumlah sekitar 3,5 juta ekor.

Khofifah turut menyoroti keberadaan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari milik Kementerian Pertanian di Malang.

Fasilitas tersebut menjadi pusat pembelajaran bagi inseminator dan pengawas kebuntingan sekaligus wadah pengembangan teknologi reproduksi ternak unggul untuk meningkatkan populasi dan kualitas ternak.

"Ada BBIB Singosari milik Kementerian Pertanian yang berlokasi di Malang. Fasilitas ini menjadi pusat pembelajaran inseminator dan pengawas kebuntingan, sekaligus wadah pengembangan teknologi reproduksi ternak unggul. Kami memproyeksikan, dalam tiga tahun jika kita melakukan pengembangan peternakan sapi potong secara masif kita bisa Swasembada daging," ujar Khofifah.

Dengan pengembangan peternakan sapi potong secara masif, Khofifah memproyeksikan swasembada daging dapat dicapai dalam kurun waktu tiga tahun.

Unhan RI Pelajari Ketahanan Daerah Jawa Timur

Kunjungan 109 mahasiswa Unhan RI tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Unhan RI dan sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dekan Fakultas Keamanan Nasional Unhan RI Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus menjelaskan Jawa Timur dipilih sebagai lokasi praktik langsung karena dinilai memiliki pengalaman dalam membangun ketahanan daerah yang dapat dipelajari mahasiswa.

Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat membandingkan teori yang telah diperoleh selama pendidikan dengan fakta dan kondisi yang ditemukan secara langsung di lapangan.

Hasil pengamatan itu selanjutnya diharapkan menjadi bahan bagi mahasiswa untuk menyusun masukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam konteks ketahanan Indonesia.

"Sehingga mereka mau lihat dengan teori yang mereka pelajari dengan fakta di lapangan yang ada itu yang mereka nanti membuat masukan kepada Provinsi Jawa Timur dalam rangka ketahanan Indonesia," kata Nefra Firdaus.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026