HOME  ⁄  Nasional

Kementerian PU Pulihkan Tiga Jembatan Terdampak Bencana di Aceh, Dua Sudah Kembali Fungsional

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kementerian PU Pulihkan Tiga Jembatan Terdampak Bencana di Aceh, Dua Sudah Kembali Fungsional
Foto: Arsip - Progres pembangunan permanen jembatan Kuta Blang, Bireuen, Aceh yang dibangun permanen pascabencana dari alokasi anggaran APBN 2026, di Bireuen, Aceh, Selasa 8/9/2026 (sumber: ANTARA/Try Vanny)

Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melakukan pemulihan permanen terhadap tiga jembatan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh.

Tiga infrastruktur tersebut adalah Jembatan Krueng Meureudu di Kabupaten Pidie Jaya, Jembatan Krueng Tingkeum Kuta Blang di Kabupaten Bireuen, serta Jembatan Ulee Langa di Kabupaten Aceh Utara.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemerintah terus mempercepat penanganan akses jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan akibat bencana.

"Kementerian PU terus berusaha agar akses jalan dan jembatan ditangani secepat mungkin," kata Dody.

Pemulihan ketiga jembatan tersebut berperan penting dalam memperkuat kembali konektivitas koridor lintas timur Aceh yang merupakan bagian dari jalan nasional Banda Aceh–Medan, Sumatera Utara.

Jalur tersebut menjadi akses penting bagi mobilitas masyarakat sekaligus distribusi barang setelah terjadinya bencana.

Dua Jembatan Kembali Fungsional

Berdasarkan data BPJN Aceh per 14 September 2026, dua dari tiga jembatan yang ditangani telah selesai dikerjakan dan kembali berfungsi.

Jembatan Krueng Meureudu sepanjang 61,8 meter yang berada pada ruas Batas Kota Sigli–Kota Bireuen menjadi salah satu jembatan yang telah rampung.

Jembatan Ulee Langa sepanjang 16,6 meter pada ruas Batas Kota Lhokseumawe/Aceh Utara–Peureulak juga telah selesai ditangani dan kembali fungsional.

Dody mengatakan penanganan infrastruktur jembatan di wilayah terdampak bencana menjadi bagian penting dalam menjaga konektivitas masyarakat dan mendukung aktivitas perekonomian.

Infrastruktur yang kembali berfungsi juga diperlukan untuk memastikan distribusi logistik tetap berjalan serta mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana.

"Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat hingga distribusi logistik," tegas Dody.

Jembatan Krueng Tingkeum Capai 99,14 Persen

Sementara itu, penanganan Jembatan Krueng Tingkeum sepanjang sekitar 149 meter memiliki skala pekerjaan yang lebih besar dibandingkan dua jembatan lainnya.

Hingga 14 September 2026, progres pekerjaan Jembatan Krueng Tingkeum telah mencapai 99,14 persen.

Dengan capaian tersebut, sejumlah pekerjaan tahap akhir masih harus diselesaikan sebelum jembatan dapat kembali berfungsi sepenuhnya.

Pekerjaan yang tersisa meliputi pemasangan andesit pada bagian pedestrian, pengaspalan, serta pemasangan marka jalan.

Jembatan Krueng Tingkeum ditargetkan kembali fungsional pada 20 September 2026.

Dody mengatakan percepatan penyelesaian ketiga jembatan menunjukkan komitmen pemerintah dalam memulihkan infrastruktur vital yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Kementerian PU memastikan penanganan tidak hanya dilakukan secara sementara, tetapi dilanjutkan hingga infrastruktur kembali berfungsi dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.

Pemulihan permanen ketiga jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana di Aceh.

Dengan kembali berfungsinya jembatan-jembatan tersebut, konektivitas masyarakat, aktivitas ekonomi, dan distribusi logistik di jalur lintas timur Aceh diharapkan dapat kembali berjalan optimal.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026