
Pantau - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 41 persen anak sekolah yang menjalani Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mengalami karies atau gigi berlubang sehingga upaya promotif dan preventif kesehatan gigi dan mulut didorong semakin diperkuat sejak dini.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan pemeriksaan gigi menjadi salah satu prioritas dalam Program CKG yang perlu dimanfaatkan seluruh anak sekolah.
Menurut Dante, masalah kesehatan gigi tidak seharusnya baru ditangani setelah menimbulkan rasa sakit karena pemeriksaan rutin setiap enam bulan dapat membantu mendeteksi gangguan sejak dini.
“Berita baiknya, pemeriksaan gigi adalah salah satu prioritas pemerintah dalam Program CKG. Namun kabar kurang baiknya, dari hasil pemeriksaan CKG anak sekolah, masalah karies justru menjadi yang paling banyak ditemukan. Kami mencatat 41 persen anak sekolah yang diperiksa mengalami gigi karies,” ujar Wamenkes Dante di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Sekolah Didorong Perkuat Pencegahan Gigi Berlubang
Dante mengatakan intervensi kesehatan gigi perlu mengutamakan langkah promotif dan preventif dibandingkan menunggu munculnya penyakit untuk kemudian diobati.
Sekolah dinilai memiliki peran penting karena mempunyai berbagai sarana dan kegiatan seperti Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dokter kecil, dan pramuka yang dapat dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan menjaga kesehatan gigi.
Kemenkes mendorong sekolah mengajarkan cara menyikat gigi yang benar, memilih makanan yang baik untuk kesehatan gigi, serta mengenalkan penggunaan pasta gigi berfluoride.
Para murid juga dapat dilibatkan sebagai “detektif gigi berlubang” untuk membantu mengenali tanda-tanda masalah kesehatan gigi pada teman-temannya.
Dante mengingatkan waktu yang tepat untuk menyikat gigi adalah setelah sarapan dan sebelum tidur malam agar kebiasaan tersebut terbentuk sejak anak-anak.
BKGN 2026 Perkuat Edukasi Kesehatan Gigi
Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026 mengusung tema “Gigi Kuat, Senyum Sehat, Indonesia Hebat” dengan subtema “Periksa, Tindak Lanjut, Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut.”
Program tersebut merupakan kolaborasi Kemenkes, Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia, serta mitra swasta.
Wakil Ketua PB PDGI Tari Tritarayati mengatakan BKGN telah menjadi bagian dari kolaborasi untuk mendekatkan edukasi dan pelayanan kesehatan gigi kepada masyarakat sejak pertama kali diselenggarakan pada 2010.
“Kami ingin memperkuat upaya promotif dan preventif agar kepedulian terhadap kesehatan gigi tidak berhenti pada pemeriksaan, tetapi dilanjutkan dengan perawatan dan kebiasaan menjaga kesehatan gigi,” ujar Tari.
- Penulis :
- Aditya Yohan




