
Pantau - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Salemba bersama sejumlah instansi menggelar inspeksi mendadak (sidak) kamar hunian serta tes urine terhadap warga binaan dan petugas di Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2026), untuk mendeteksi gangguan keamanan dan penyalahgunaan narkotika.
Kepala Lapas Kelas IIA Salemba Amico Balalembang mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
"Kami siap melaksanakan perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam memperkuat deteksi dini dan menjaga keamanan serta ketertiban. Sidak dan tes urine secara acak akan terus kami lakukan sebagai bentuk komitmen bersama," ujar Amico.
Sidak melibatkan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) DK Jakarta, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara, TNI, Polri, dan Brimob.
Petugas Temukan Sejumlah Barang Terlarang
Petugas gabungan memeriksa sejumlah kamar hunian warga binaan beserta barang-barang yang berada di dalamnya.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan lima sendok plastik, tiga alat cukur, lima sendok besi, dan lima botol parfum yang tidak diperbolehkan berada di kamar hunian.
Petugas tidak menemukan narkotika dalam pelaksanaan sidak tersebut.
"Seluruh barang temuan diamankan untuk didata dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan," ujarnya.
Amico mengatakan pemeriksaan dilakukan dengan pendekatan humanis dan profesional serta tetap menghormati hak dan martabat warga binaan.
Tes Urine 62 Orang Dinyatakan Negatif
Selain melakukan pemeriksaan kamar, BNNK Jakarta Utara bersama jajaran Lapas Salemba menggelar tes urine secara acak terhadap 32 warga binaan dan 30 petugas.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh warga binaan dan petugas yang mengikuti tes urine dinyatakan negatif dari indikasi penyalahgunaan narkotika.
Amico mengatakan sidak dan tes urine akan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pengawasan serta deteksi dini di lingkungan Lapas Salemba.
Sinergi dengan Kanwil Ditjenpas DK Jakarta, BNNK Jakarta Utara, TNI, Polri, dan Brimob juga akan terus diperkuat melalui pengawasan secara berkala.
"Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan bersih dari narkoba serta mencegah keberadaan handphone, pungutan liar, dan narkoba (halinar)," katanya.
- Penulis :
- Aditya Yohan




