
Pantau - Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Markus Mekeng meminta pemerintah dan badan usaha milik negara (BUMN) menjaga ketersediaan listrik, bahan bakar minyak (BBM), dan LPG bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mendukung pemulihan pascagempa.
Melchias mengatakan pemulihan pascabencana tidak cukup dengan pemberian bantuan darurat, tetapi perlu berlanjut hingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pernyataan tersebut disampaikan Melchias setelah memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI di Pelabuhan Terminal Multipurpose Wae Kelambu, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Kamis (17/9/2026).
Menurut Melchias, pasokan listrik di NTT masih mencukupi karena kapasitas suplai berada di atas kebutuhan masyarakat, tetapi jaringan yang terdampak gempa perlu segera dipulihkan.
“Yang pasti, listrik di Provinsi NTT itu suplainya cukup. Jadi antara suplai dan kebutuhan masih ada lebih. Sekarang masalahnya pada saat gempa, listrik ini sangat diperlukan untuk rumah tangga, sekolah, dan kegiatan masyarakat. Kami minta agar segera diselesaikan,” ujar Melchias.
PLN dan Pertamina Diminta Jaga Pasokan Energi
Melchias mengapresiasi PT PLN (Persero) yang dinilainya mampu melakukan pemulihan dengan cepat setelah terjadi gangguan akibat gempa.
Ia meminta kebutuhan operasional PLN tetap tersedia untuk mencegah pemadaman selama proses pemulihan masyarakat.
“Kami minta suplai bahan baku untuk PLN harus tetap dijaga supaya jangan ada mati lampu dan membuat warga resah. Jangan sampai kondisi itu menimbulkan berita yang tidak benar,” katanya.
Komisi XII juga meminta Pertamina memastikan distribusi BBM tetap berjalan karena kebutuhan energi dinilai penting ketika masyarakat mulai kembali beraktivitas setelah gempa.
“Ketersediaan BBM untuk Pertamina kita minta juga tetap harus dijaga. Karena biasanya yang agak berat adalah pascagempa, ketika masyarakat baru mulai lagi tetapi belum memiliki kemampuan,” ujarnya.
Melchias turut meminta Pertamina melalui anak perusahaannya memastikan ketersediaan LPG subsidi ukuran 3 kilogram bagi masyarakat NTT.
“Di sini adanya yang besar-besar, 12 kilogram, mahal, rakyat tidak mampu. Harus disediakan gas melon 3 kilogram yang kecil-kecil supaya rakyat mampu membelinya,” jelasnya.
Pemulihan Diminta Berlanjut Setelah Masa Darurat
Melchias menegaskan perhatian terhadap masyarakat terdampak gempa perlu tetap berlanjut setelah masa tanggap darurat berakhir.
“Bantuan saat gempa akan tetap berjalan. Sekarang yang harus kita pikirkan adalah pascagempa. Biasanya setelah selesai, orang tidak lagi memikirkan. Padahal masyarakat masih membutuhkan bantuan,” ungkapnya.
Menurut Melchias, warga yang rumahnya mengalami kerusakan juga membutuhkan dukungan untuk mendapatkan material bangunan selama proses pemulihan.
“Rumah mereka rusak, mereka tidak punya kemampuan untuk bangun lagi. Beli semen, beli seng, dan segala macam itu tidak punya. Di situlah kita perlu bantuan,” kata Melchias.
Komisi XII berharap sinergi pemerintah, PLN, Pertamina, dan BUMN lainnya dapat menjaga kebutuhan energi sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat NTT setelah bencana.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




