
Pantau - Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyoroti masih beredarnya genteng dan keramik impor di pasar domestik meski bahan baku utama seperti tanah liat tersedia di Indonesia.
Saleh mendorong optimalisasi kapasitas industri dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Saleh setelah memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke PT M-Class Industry di Karawang, Jawa Barat, Jumat (18/9/2026).
“Sekarang ini ternyata di Indonesia, impor itu masih dipakai. Barang-barang impor, terutama genteng, ini masih diimpor. Mestinya karena sumbernya itu adalah keramik, yaitu yang terbuat dari tanah liat, ini enggak mesti harus beli dari luar negeri,” ujar Saleh.
Menurut Saleh, ketersediaan bahan baku di Indonesia menjadi modal untuk meningkatkan produksi genteng dan keramik nasional.
“Jadi impor tuh mestinya tidak ada. Kita kan tersedia, bahan-bahannya juga ada di kita. Saya kira itu menjadi perhatian yang harus kita fokuskan terus sampai ke depan,” katanya.
Pemerintah Diminta Perkuat Industri Dalam Negeri
Saleh mengatakan penguatan industri genteng dan keramik nasional berpotensi mendukung penyerapan tenaga kerja serta pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, terdapat tiga aspek yang perlu diperhatikan pemerintah, yakni ketersediaan bahan baku, regulasi yang tidak membebani pelaku usaha, serta akses pasar bagi produk dalam negeri.
Ia menilai penguatan pasar domestik perlu menjadi perhatian sebelum industri nasional memperluas pemasaran produknya ke pasar ekspor.
“Kalau bisa ya tentu ekspor. Kalau orientasinya ekspor kan berarti dampaknya untuk perolehan ekonomi juga makin besar,” ujarnya.
Saleh mengatakan optimalisasi pasar domestik dapat menjadi pijakan bagi industri untuk meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing.
Bahan Baku Ramah Lingkungan Perlu Dikaji
Saleh turut mendorong kajian terhadap pengembangan bahan baku alternatif yang lebih ramah lingkungan untuk meningkatkan keberlanjutan industri genteng dan keramik.
Menurutnya, inovasi bahan baku tetap harus mempertimbangkan keamanan dan kualitas produk agar mampu bersaing dengan barang impor.
“Karena ini kan tentu harus aman juga, produksinya itu aman, barangnya dan kualitasnya tidak kalah dengan impor,” katanya.
Saleh mengatakan Komisi VII DPR RI akan menggunakan temuan selama kunjungan kerja tersebut sebagai bahan dalam menjalankan fungsi pengawasan dan advokasi kebijakan terkait pengembangan industri nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




