HOME  ⁄  Nasional

12.261 Personel Gabungan Kawal Pilkades Bekasi, Sembilan TPS Masuk Kategori Sangat Rawan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

12.261 Personel Gabungan Kawal Pilkades Bekasi, Sembilan TPS Masuk Kategori Sangat Rawan
Foto: (Sumber :Apel pergeseran pasukan operasi khusus kepolisian dengan kode sandi Wibawa Mukti Jaya 2026 di area Central Park Cikarang, Kabupaten Bekasi, Sabtu (19/9/2026). ANTARA/Pradita Kurniawan Syah..)

Pantau - Sebanyak 12.261 personel keamanan gabungan diterjunkan untuk mengawal pemungutan suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di 154 desa di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang dijadwalkan berlangsung Minggu (20/9/2026).

Personel gabungan tersebut terdiri atas unsur kepolisian, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja, Linmas, hingga Babinsa yang mulai menempati titik pengamanan pada Sabtu (19/9/2026).

Pergeseran personel dilakukan melalui apel pasukan operasi kepolisian dengan kode sandi Wibawa Mukti Jaya 2026 di Central Park Meikarta, Kabupaten Bekasi.

"Seluruh personel mulai digeser ke lokasi tempat pemungutan suara (TPS) sejak hari ini. Mereka ditargetkan sudah menempati titik pengamanan masing-masing sebelum proses pencoblosan dimulai," kata Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Polisi Andi Oddang Riuh Hutomo seusai apel.

Andi mengatakan pengerahan personel dalam jumlah besar dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan sekaligus menjaga seluruh tahapan pemungutan suara tetap aman dan kondusif.

"Polisi tidak ingin meremehkan sedikit pun potensi gangguan yang dapat muncul di lapangan. Ini sesuai atensi Bapak Metro 1, kita maksimal pengamanan, menjaga stabilitas agar tetap kondusif," ujarnya.

Sembilan TPS Masuk Kategori Sangat Rawan

Berdasarkan pemetaan intelijen kepolisian, sebanyak 3.107 TPS masuk kategori aman, sedangkan 112 TPS dikategorikan rawan.

Sebanyak sembilan TPS masuk kategori sangat rawan yang terdiri atas tiga titik di Kecamatan Tambun Selatan dan enam titik di Cikarang Utara.

Penentuan tingkat kerawanan mempertimbangkan hasil pemetaan intelijen, pengalaman pemilihan sebelumnya, potensi gesekan, hingga kedekatan lokasi TPS dengan pasangan calon tertentu.

Polisi menyebut tingkat kerawanan tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan situasi di lapangan.

Pengamanan pada TPS rawan diperkuat dengan 10 personel kepolisian dan delapan anggota Linmas untuk setiap TPS.

Sementara TPS yang dinilai aman mendapatkan pengamanan lima anggota kepolisian dan delapan Linmas untuk setiap empat TPS.

Polisi Waspadai Penghitungan Suara

Selain mengamankan proses pemungutan suara, personel diminta melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat serta mengantisipasi pergeseran dan distribusi kotak suara menuju TPS.

Andi menyatakan kondisi Kabupaten Bekasi hingga H-1 pemungutan suara relatif kondusif, meski kepolisian mencatat sejumlah dinamika terkait ketidakpuasan bakal calon maupun pihak yang tidak lolos tahapan seleksi.

Kepolisian juga memberikan perhatian terhadap situasi setelah pencoblosan, terutama selama proses penghitungan suara dan kemungkinan munculnya ketidakpuasan terhadap hasil pemilihan.

"Yang pasti harus diperhatikan terkait hasil penghitungan, kemudian tidak terima kekalahan. Kemarin kita sudah deklarasi bersama, harapan saya ini dapat dipatuhi dan dilaksanakan oleh masing-masing pasangan calon berikut para simpatisan," katanya.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026