
Pantau - Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang memastikan empat korban penembakan yang disebut dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua merupakan warga sipil dan bukan anggota intelijen TNI seperti informasi yang beredar di media sosial.
Empat korban tersebut terdiri atas tiga aparatur sipil negara dari Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dan Aris Sanda yang bekerja sebagai sopir lajuran.
"Saya pastikan keempat korban adalah warga sipil," kata Febriel di Jayapura, Minggu (20/9/2026).
Kodam XVII/Cenderawasih turut menyampaikan dukacita atas insiden tersebut, sementara TNI-Polri disebut akan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku.
TNI Siapkan Langkah Antisipasi Penembakan
Febriel mengatakan kasus penembakan terhadap warga sipil menjadi perhatian TNI dengan menyiapkan sejumlah langkah, termasuk kesiapan personel dan persenjataan untuk mengantisipasi aksi serupa.
Danrem 172/PWY Brigjen TNI Robby Suryadi juga telah berada di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
"Secara teknis saya tidak bisa menjelaskan apa yang dilakukan namun yang terpenting adalah TNI berkomitmen untuk menciptakan situasi yang aman di Tanah Papua," kata Mayjen TNI Febriel.
TNI-Polri Sebut Operasi Dilakukan Sesuai SOP
Febriel mengatakan TNI-Polri berupaya mengeliminasi kekuatan KKB menyusul sejumlah kasus penembakan yang terjadi di wilayah Papua Pegunungan.
"Langkah yang diambil TNI-Polri akan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan kami memohon dukungan seluruh masyarakat agar dapat terlaksana," kata Pangdam XVII Cenderawasih.
- Penulis :
- Gerry Eka




