HOME  ⁄  Nasional

Kemenhub Latih Awak Kapal Pelni agar Lebih Siap Hadapi Situasi Darurat

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kemenhub Latih Awak Kapal Pelni agar Lebih Siap Hadapi Situasi Darurat
Foto: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat kesiapan awak kapal PT Pelni menghadapi situasi darurat melalui kegiatan Workshop Safety Training yang diselenggarakan PT Pelni di atas KM Bukit Raya pada pelayaran rute Jakarta–Kijang pada 16-18 September 2026.

Pantau - Kementerian Perhubungan memperkuat kesiapan awak kapal PT Pelni dalam menghadapi situasi darurat melalui Workshop Safety Training di KM Bukit Raya pada pelayaran rute Jakarta-Kijang pada 16-18 September 2026.

Pelatihan bertema “Kesiapan Awak Kapal dalam Menghadapi Situasi Darurat” itu ditujukan untuk meningkatkan kompetensi, koordinasi, dan budaya keselamatan awak kapal demi memberikan perlindungan kepada penumpang.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Samsuddin mengatakan keselamatan pelayaran membutuhkan kapal yang laik, awak kompeten, peralatan andal, prosedur jelas, serta dukungan manajemen.

“Karena itu, setiap pihak harus memahami tanggung jawabnya dan menjaga kordinasi. Melalui Safety Training ini kita menguji kemampuan seluruh unsur untuk bekerja bersama,” kata Samsuddin.

Awak Kapal Dilatih Tangani Kondisi Darurat

Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan pemahaman awak kapal mengenai tugas dan tanggung jawab ketika terjadi keadaan darurat sekaligus memperkuat koordinasi antara nakhoda, perwira, dan seluruh awak.

Menurut Samsuddin, keberadaan peralatan serta prosedur keselamatan harus diikuti kemampuan awak kapal dalam menggunakannya secara benar.

Setiap awak kapal juga harus memahami lokasi penugasan, jalur komunikasi, serta tindakan yang menjadi tanggung jawabnya berdasarkan daftar tugas keadaan darurat atau muster list.

“Dalam konteks kapal penumpang, kesiapan menghadapi keadaan darurat tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menangani sumber bahaya, tetapi juga kemampuan memberikan instruksi yang jelas dan mengarahkan penumpang menuju lokasi aman,” tegasnya.

Perhatian khusus juga diperlukan bagi penumpang yang membutuhkan bantuan, termasuk anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, serta penumpang dengan keterbatasan mobilitas.

Latihan Digunakan untuk Menguji Kesiapan Nyata

Samsuddin menegaskan setiap awak kapal harus mengetahui tindakan yang perlu dilakukan, pihak yang harus dihubungi, serta cara membantu penumpang ketika kondisi darurat terjadi.

“Karena itu, latihan harus menjadi sarana untuk menguji kesiapan nyata, menemukan kekurangan, dan memastikan perbaikannya ditindaklanjuti,” tambah Samsuddin.

Kemenhub menilai pelatihan juga perlu disertai evaluasi terhadap pemahaman prosedur, koordinasi personel, kesiapan peralatan, serta berbagai kendala yang ditemukan selama simulasi.

Melalui kegiatan tersebut, Kemenhub mendorong penguatan kerja sama antara regulator dan operator dalam membangun budaya keselamatan pelayaran secara berkelanjutan.

“Awak kapal Pelni diharapkan semakin siap menghadapi situasi darurat serta memberikan perlindungan dan pelayanan yang aman 

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026