HOME  ⁄  Nasional

Wamen Stella Sebut AI Bisa Dorong Indonesia ke Posisi Strategis, Data dan Energi Jadi Kekuatan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Wamen Stella Sebut AI Bisa Dorong Indonesia ke Posisi Strategis, Data dan Energi Jadi Kekuatan
Foto: (Sumber :Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie berbicara di forum International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia di Jakarta, Jumat (18/9/2026). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek..)

Pantau - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menyatakan akal imitasi (AI) berpotensi mendorong Indonesia menuju posisi strategis dengan mengoptimalkan kekuatan pada sektor data, energi, infrastruktur, talenta, dan kemampuan manusia memahami konteks.

"Indonesia punya peluang besar, kita punya infrastruktur, kebijakan, dan talenta. Indonesia memiliki energi terbarukan yang luar biasa besar. Kita bisa menang dan maju kalau kita memikirkannya bersama," kata Stella dalam keterangan di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Stella menyoroti perkembangan AI yang dapat menghasilkan dampak besar seiring dengan pertumbuhannya secara eksponensial.

Menurut dia, perkembangan AI perlu dipahami tidak hanya dari kemampuan teknologi, tetapi juga perubahan yang ditimbulkan terhadap cara manusia bekerja, mengambil keputusan, dan membangun kepercayaan.

Data dan Pusat Data Jadi Ruang Strategis

Stella menjelaskan AI ditopang oleh tiga komponen utama, yakni computing power, data, dan algoritma.

Indonesia dinilai memiliki potensi besar dari sisi data karena jumlah penduduk yang besar memberikan sumber data luas sebagai bagian penting dalam ekosistem AI.

"Potensi tersebut perlu diiringi dengan pengelolaan dan perlindungan data yang lebih baik, baik pada tingkat negara, institusi, perusahaan, maupun individu," ujarnya.

Selain data, Stella melihat computing power sebagai ruang strategis yang dapat dikembangkan melalui investasi pusat data atau data center.

Kebutuhan pusat data diperkirakan terus meningkat seiring perkembangan AI, sementara pembangunannya membutuhkan dukungan teknologi, kebijakan, pembiayaan, infrastruktur, dan talenta.

Indonesia juga memiliki potensi energi terbarukan yang dinilai dapat menjadi kekuatan strategis dalam mendukung perkembangan ekosistem AI.

"Kalau kita bisa menjadi supplier, maka kita punya posisi. Kita tidak hanya dikontrol oleh orang lain, tetapi kita punya sovereignty," katanya.

AI Bawa Tantangan terhadap Kepercayaan

Stella mengingatkan perkembangan teknologi AI juga membawa tantangan terhadap kepercayaan dan hubungan manusia dengan teknologi.

Kemampuan AI menghasilkan informasi dan mengambil keputusan membuat manusia perlu semakin memahami bagaimana konteks, nilai, preferensi, serta konsekuensi dipertimbangkan dalam penggunaan teknologi.

Menurut Stella, perkembangan tersebut perlu direspons dengan kemampuan Indonesia membaca posisi sekaligus menentukan ruang pengembangan AI berdasarkan kekuatan nasional.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026