HOME  ⁄  Nasional

BMKG Mendeteksi 2.056 Titik Panas di Sumatera, Sumsel Menyumbang 1.378 Titik

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BMKG Mendeteksi 2.056 Titik Panas di Sumatera, Sumsel Menyumbang 1.378 Titik
Foto: (Sumber :Kondisi kabut asap di Kota Pekanbaru yang diduga kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan di Selatan Sumatera.ANTARA/Bayu Agustari Adha.)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi peningkatan jumlah titik panas di Pulau Sumatera menjadi 2.056 titik hingga Senin (21/9/2026) pukul 07.00 WIB.

Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 1.378 titik.

Prakirawan BMKG Pekanbaru Gita Dewi S mengatakan titik panas dalam jumlah tinggi juga terpantau di Jambi sebanyak 259 titik, Bangka Belitung 246 titik, Lampung 120 titik, dan Riau 22 titik.

"Adapun wilayah Sumatera lainnya yang terpantau memiliki titik panas, yakni Kepulauan Riau tercatat 21 titik, Bengkulu (5), Sumatera Utara (3) dan Sumatera Barat (2)," katanya di Pekanbaru, Senin.

Enam Wilayah Riau Terdeteksi Memiliki Titik Panas

Sebanyak 22 titik panas yang terpantau di Riau tersebar di enam kabupaten dan kota.

Kabupaten Indragiri Hulu mencatat jumlah terbanyak dengan delapan titik, disusul Indragiri Hilir lima titik.

Sementara itu, Bengkalis dan Pelalawan masing-masing memiliki tiga titik panas, Kota Dumai dua titik, serta Rokan Hulu satu titik.

Peningkatan titik panas tersebut juga terjadi ketika jarak pandang di sejumlah wilayah Riau terbatas akibat asap.

Jarak pandang di Pekanbaru tercatat 3,5 kilometer, sedangkan di Rengat mencapai empat kilometer dengan kondisi masing-masing diselimuti asap.

Jarak pandang di Pelalawan dan Tambang tercatat sekitar lima kilometer dan juga disertai asap.

BMKG Pantau Potensi Kiriman Asap dari Selatan Sumatera

BMKG sebelumnya mendeteksi pergerakan kabut asap yang memperburuk kualitas udara di Riau berpotensi berasal dari dampak kebakaran hutan dan lahan di wilayah selatan Sumatera.

Pergerakan asap tersebut dipengaruhi dorongan angin dari arah tenggara dan barat daya.

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Warjono menjelaskan kondisi asap yang terpantau di Riau tidak hanya dipengaruhi sumber yang berada di dalam provinsi tersebut.

“Berdasarkan pola angin dan citra sebaran asap yang kami pantau, terdapat potensi kiriman asap dari wilayah di sebelah selatan Riau. Karena asap bergerak mengikuti arah angin, kondisi yang terpantau di Riau tidak hanya dipengaruhi sumber yang berada di dalam wilayah Riau,” kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Warjono.

BMKG memantau pola angin dan citra sebaran asap untuk mengetahui pergerakan kabut asap serta persebaran titik panas di Sumatera.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026