HOME  ⁄  Nasional

Nusron Wahid Akui Sudah Berdiskusi dengan Bahlil sejak 2025 sebelum Mundur dari Pengurus Golkar

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Nusron Wahid Akui Sudah Berdiskusi dengan Bahlil sejak 2025 sebelum Mundur dari Pengurus Golkar
Foto: Politisi Golkar sekaligus Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 21/9/2026 (sumber: ANTARA/Fath Putra Mulya)

Pantau - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sekaligus politisi Partai Golkar Nusron Wahid mengakui telah berdiskusi dengan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia sebelum mengundurkan diri dari kepengurusan partai.

Nusron menyampaikan hal tersebut setelah mengikuti rapat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.

Menurut Nusron, pembicaraan mengenai rencana pengunduran dirinya dari kepengurusan Partai Golkar telah berlangsung sejak 2025.

“Kalau soal itu kami sudah lama diskusi dengan Pak Bahlil dari tahun lalu. Jadi selebihnya lebih baik tanyakan sama Pak Bahlil selaku ketua umum. Kami sudah pernah diskusi masalah itu lama,” kata Nusron.

Nusron kemudian mengarahkan pertanyaan lebih lanjut mengenai pengunduran dirinya kepada Bahlil dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Nusron Tak Ungkap Alasan Mundur

Ketika ditanya mengenai alasan pengunduran dirinya dari kepengurusan Partai Golkar, Nusron memilih tidak memberikan jawaban.

Nusron juga tidak menjawab pertanyaan mengenai fokus kegiatannya ke depan setelah tidak lagi menjadi bagian dari kepengurusan DPP Partai Golkar.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M. Sarmuji mengungkapkan bahwa Nusron telah mengundurkan diri dari struktur kepengurusan partai.

Menurut Sarmuji, pengunduran diri tersebut sebenarnya sudah dilakukan cukup lama.

“Sudah lama. Seingat saya lebih dari enam bulan lalu,” kata Sarmuji ketika dihubungi ANTARA pada Sabtu, 19 September.

Nusron Tetap Menjadi Kader Golkar

Sebelum mengundurkan diri dari kepengurusan, Nusron tercatat menjabat sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian DPP Partai Golkar.

Meski mundur dari struktur DPP, Nusron tidak keluar dari Partai Golkar dan tetap berstatus sebagai anggota atau kader biasa.

Menurut Sarmuji, surat pengunduran diri dari kepengurusan disampaikan Nusron secara langsung kepada Bahlil Lahadalia.

Sarmuji mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan yang mendasari keputusan Nusron untuk meninggalkan kepengurusan partai.

“Mungkin ingin fokus ke hal lain,” kata Sarmuji.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026