
Pantau - Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto memastikan proses seleksi penerimaan calon prajurit TNI Angkatan Darat di lingkungan Kodam XV/Pattimura dilaksanakan secara transparan dan akuntabel dengan penentuan kelulusan berdasarkan hasil seleksi yang objektif dan komprehensif.
Pernyataan itu disampaikan Dody saat memimpin Sidang Pemilihan Calon Tamtama (Cata) Prajurit Karier (PK) TNI AD Gelombang III Tahun Anggaran 2026 tingkat Sub Panpus Kodam XV/Pattimura di Shelter Heli Rindam XV/Pattimura, Desa Suli.
Sebanyak 2.221 calon siswa mengikuti rangkaian seleksi yang berlangsung selama kurang lebih 16 hari dengan berbagai tahapan pemeriksaan untuk menentukan kelayakan setiap peserta.
Digitalisasi Seleksi Terus Dikembangkan
Dody mengatakan digitalisasi dan transparansi dalam proses seleksi penerimaan calon prajurit terus dikembangkan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem rekrutmen TNI AD.
Pengembangan tersebut juga ditujukan untuk memastikan calon prajurit yang terpilih benar-benar memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan TNI AD.
"Digitalisasi serta transparansi dalam proses seleksi terus dikembangkan guna meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memastikan terpilihnya prajurit yang memiliki kualitas, kemampuan, karakter tangguh, loyalitas, serta dapat dipertanggungjawabkan," ungkap Dody.
Menurut Dody, sistem rekrutmen yang transparan, modern, dan berkualitas semakin penting untuk memenuhi kebutuhan organisasi seiring memasuki tahun kedua pembentukan satuan TP Tahap VI, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan personel.
Kelulusan Berdasarkan Akumulasi Hasil Seleksi
Rangkaian seleksi dilaksanakan secara bertahap mulai dari pemeriksaan administrasi untuk memastikan kelengkapan dan kesesuaian persyaratan calon prajurit.
Peserta kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan untuk menilai kondisi fisik serta seleksi jasmani guna mengukur kemampuan fisik masing-masing calon prajurit.
Para peserta juga mengikuti pemeriksaan psikologi untuk menilai aspek psikologis yang dibutuhkan dalam penerimaan prajurit serta penelitian personel atau litpers.
Dody menegaskan seluruh tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam menilai kualitas, kemampuan, kondisi kesehatan, mental, dan integritas setiap calon sebelum ditetapkan mengikuti pendidikan.
Karena itu, keputusan kelulusan tidak boleh hanya didasarkan pada satu tahapan maupun satu aspek penilaian.
"Setiap keputusan kelulusan harus didasarkan pada akumulasi data hasil seleksi yang komprehensif dan objektif," kata Dody.
Fasilitas Pendidikan Diminta Siap
Dody mengapresiasi panitia seleksi yang dinilainya telah menjalankan proses penerimaan calon prajurit secara cepat, tepat, dan akurat.
Ia meminta seluruh pihak yang terlibat tetap mempertahankan prinsip objektivitas sepanjang proses seleksi penerimaan calon prajurit TNI AD.
Selain memastikan kualitas seleksi, Dody meminta para komandan pendidikan mempersiapkan sarana dan prasarana bagi calon prajurit yang nantinya dinyatakan lulus.
Fasilitas yang harus dipersiapkan meliputi barak sebagai tempat tinggal, ruang kelas untuk kegiatan pembelajaran, serta berbagai sarana pendukung lainnya sebelum pendidikan dimulai.
Dody menekankan seluruh sarana dan prasarana harus dalam kondisi bersih, layak, dan benar-benar siap digunakan untuk mendukung pendidikan calon prajurit yang lolos seleksi.
- Penulis :
- Arian Mesa




