
Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) akan menyiapkan tenaga kerja andal dan terampil untuk memenuhi kebutuhan pengemudi di Jepang melalui kerja sama dengan 3EEE Inc Japan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama Pemprov Jateng dengan perusahaan asal Jepang tersebut.
Pembahasan mengenai skema penyiapan tenaga kerja akan melibatkan Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja Jawa Tengah bersama 3EEE Inc Japan.
"Nanti dinas pendidikan dan dinas tenaga kerja akan mendiskusikan dengan 3EEE Inc Japan," ungkap Ahmad Luthfi.
Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat menerima audiensi CEO 3EEE Inc Japan Norio Tanaka dan Head of the President’s Office 3EEE Inc Japan Hideo Mori.
Calon Pengemudi Dibekali Bahasa Jepang hingga Keselamatan Transportasi
Penyiapan calon tenaga kerja direncanakan dimulai sejak mereka menempuh pendidikan vokasi dan kejuruan.
Salah satu bentuk persiapan tersebut adalah memberikan tambahan pembelajaran bahasa Jepang dengan kemampuan yang diarahkan sesuai level yang dibutuhkan untuk bekerja di Jepang.
Pemprov Jateng juga membuka peluang berkolaborasi dengan 3EEE Inc Japan dalam penyelenggaraan pendidikan bahasa agar kemampuan calon pekerja sesuai dengan standar perusahaan dan kebutuhan industri transportasi Jepang.
Selain kemampuan bahasa, calon tenaga kerja akan mendapatkan pelatihan kompetensi sebagai pengemudi yang mencakup keterampilan teknis sesuai kebutuhan pekerjaan.
Calon pekerja juga akan dibekali pengetahuan dan keterampilan mengenai keselamatan transportasi.
Materi lainnya meliputi eco-driving atau teknik mengemudi yang lebih efisien dan ramah lingkungan, pemahaman regulasi yang berlaku, serta kemampuan memberikan pelayanan kepada penumpang.
Peluang kerja bagi pekerja asal Jawa Tengah di Jepang menunjukkan peningkatan berdasarkan jumlah penempatan pekerja migran dalam dua tahun terakhir.
Sebanyak 3.760 pekerja migran asal Jawa Tengah ditempatkan di Jepang pada 2024, kemudian jumlahnya meningkat menjadi 5.712 orang pada 2025.
Peningkatan penempatan pekerja migran asal Jawa Tengah ke Jepang dari 2024 ke 2025 tersebut tercatat sekitar 52 persen.
3EEE Inc Japan Dorong Mekanisme Penempatan yang Jelas
Head of the President’s Office 3EEE Inc Japan Hideo Mori mengatakan keterlibatan pemerintah diperlukan agar program penyiapan dan penempatan tenaga kerja memiliki aturan dan mekanisme yang jelas.
Menurut Hideo, mekanisme tersebut juga penting untuk memberikan kepastian kepada calon pekerja yang akan bekerja di Jepang.
"Program seperti ini perlu dijalankan bersama dengan pemerintah. Kalau pemerintah tidak ikut terlibat, akan sulit menentukan aturan atau mekanismenya," kata Hideo.
Koordinasi antarpihak juga diperlukan untuk menjembatani informasi mengenai visa serta berbagai ketentuan yang harus dipenuhi calon pekerja di Jepang.
Hideo menilai pembahasan program tersebut perlu segera ditindaklanjuti karena Jepang sedang menghadapi kekurangan tenaga kerja.
"Kekurangan tenaga kerja memang merupakan kondisi yang sedang terjadi sekarang. Karena itu, pembahasan seperti ini perlu dilakukan dan diputuskan secepat mungkin," ungkap Hideo.
Perubahan Demografi Jepang Picu Kebutuhan Tenaga Kerja
CEO 3EEE Inc Japan Norio Tanaka mengatakan kebutuhan tenaga kerja berkaitan dengan perubahan kondisi demografi Jepang.
Populasi Jepang saat ini disebut sekitar 120 juta orang dan setelah 2040 diperkirakan turun menjadi kurang dari 100 juta orang.
Dari jumlah penduduk tersebut, sekitar 40 persen diperkirakan berada dalam kelompok lanjut usia.
Perubahan demografi itu menjadi salah satu latar belakang meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di Jepang.
Norio juga melihat pengalaman bekerja di Jepang dapat memberikan manfaat bagi tenaga kerja Indonesia ketika mereka kembali ke Tanah Air.
Para pekerja diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan dan praktik maju yang diperoleh selama bekerja di Jepang untuk mendukung pembangunan Indonesia.
"Setelah memperoleh pengalaman di Jepang, mereka dapat membawa pulang pengetahuan maupun praktik maju dari Jepang dan memanfaatkannya untuk pembangunan Indonesia di masa depan," kata Norio.
- Penulis :
- Leon Weldrick




