HOME  ⁄  Nasional

KSP Dudung Gencarkan Peninjauan Sekolah Rakyat, Temuan Kekurangan Akan Dikoordinasikan ke Kementerian

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

KSP Dudung Gencarkan Peninjauan Sekolah Rakyat, Temuan Kekurangan Akan Dikoordinasikan ke Kementerian
Foto: (Sumber :Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman pada meninjau program Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Serdangbedagai, di Kabupaten Serdangbeg=dagai, Senin ANTARA/Anggi Luthfi Panggabean.)

Pantau - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengatakan pemerintah pusat menggencarkan peninjauan Program Sekolah Rakyat untuk memastikan pelaksanaannya berjalan optimal, terutama dalam memberikan pendidikan kepada anak dari masyarakat prasejahtera.

Dudung mengatakan setiap kekurangan yang ditemukan dalam pelaksanaan program tersebut akan dikoordinasikan dengan kementerian terkait untuk ditindaklanjuti.

"Kalau ada yang kurang, tentunya saya akan komunikasikan dengan kementerian terkait," ujar Dudung Abdurachman usai meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I Kabupaten Serdang Bedagai, Senin (21/9/2026).

Menurut Dudung, perbaikan terhadap kekurangan diperlukan agar pelaksanaan program prioritas pemerintah tersebut berjalan sesuai arahan, tugas, dan tanggung jawab yang telah diberikan.

KSP Tinjau Langsung Pelaksanaan Program

Dudung mengatakan peninjauan langsung dilakukan sebagai bagian dari tugas KSP untuk memastikan program Presiden berjalan di lapangan.

"Hari ini saya melihat dan memastikan, karena tugas Kepala Staf Kepresidenan itu adalah memastikan program Presiden. Saat ini saya berada di Kabupaten Serdang Bedagai untuk mengecek secara langsung," kata Dudung.

Persoalan yang ditemukan selama pelaksanaan Sekolah Rakyat akan disampaikan kepada pemangku kebijakan terkait agar segera ditindaklanjuti.

"Kami akan terus meninjau secara langsung bagaimana proses pelaksanaannya. Kalau misalnya ada yang kurang, nanti saya komunikasikan," kata Dudung Abdurachman.

Pemerintah Targetkan 590 Sekolah Rakyat Permanen

Dudung menyebut sedikitnya 93 Sekolah Rakyat telah dibangun secara permanen di seluruh Indonesia pada tahap kedua.

Selain itu, terdapat 66 Sekolah Rakyat yang masuk dalam usulan alokasi pembangunan tahap ketiga.

"Kemudian ada 66 Sekolah Rakyat usulan alokasi pada tahap ketiga. Target Bapak Presiden adalah pembangunan 590 Sekolah Rakyat permanen sampai tahun 2029," kata Dudung Abdurachman.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026