
Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif memperluas akses pendanaan nonperbankan bagi pelaku startup ekonomi kreatif melalui kolaborasi dengan Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) agar usaha dari berbagai daerah dapat berkembang dan naik kelas.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem pembiayaan berkelanjutan dan mendorong ekonomi kreatif sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional.
"Potensi kreativitas, inovasi dan kekuatan budaya Indonesia harus didukung dengan ekosistem yang lengkap, termasuk akses pendanaan dan investasi sehingga para pegiat ekraf dapat lebih berkembang secara berkelanjutan," kata Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Riefky mengatakan Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong pelaku ekonomi kreatif yang telah berdaya agar dapat naik kelas menjadi perusahaan nasional hingga berskala global.
Kemenekraf dan Amvesindo Bahas Tantangan Pendanaan
Kolaborasi dengan Amvesindo diharapkan membuka akses modal lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif sekaligus mendukung ekspansi bisnis.
Kemenekraf dan Amvesindo membahas sejumlah tantangan dalam ekosistem startup digital, termasuk penurunan pendanaan.
Pembahasan juga mencakup usulan insentif fiskal dan nonfiskal, kemudahan perizinan, serta peran modal ventura sebagai mitra pertumbuhan ekonomi kreatif.
Peluang kolaborasi lainnya meliputi keberlanjutan pendanaan, matchmaking, pendampingan bisnis, perluasan jejaring pasar, serta percepatan akses pelatihan dan pasar global.
"Kolaborasi yang sudah berjalan tidak boleh berhenti pada acara, seminar dan pitching saja. Serta permasalahan inti yang perlu kita urai bersama harus segera dibuatkan strategi dan timeline koordinasi lebih lanjut dengan deputi terkait," tegas Menteri Ekraf.
Amvesindo Kembangkan Peta Kematangan Startup
Ketua Amvesindo Eddi Danusaputro mengatakan industri modal ventura semakin memperhatikan sektor bernilai tambah tinggi dan startup dengan jalur pertumbuhan serta profitabilitas yang lebih jelas.
Amvesindo telah mengembangkan Startup Maturation Map sebagai asesmen mandiri untuk mengukur kematangan startup dari aspek tata kelola, sumber daya manusia dan budaya, integritas keuangan, risiko dan kepatuhan, serta teknologi dan infrastruktur.
Eddi berharap sinergi dengan pemerintah dapat membuka lebih banyak peluang usaha, lapangan kerja, dan kesempatan bagi karya anak bangsa untuk berkembang ke pasar global.
Amvesindo merupakan wadah perusahaan modal ventura yang didirikan pada 13 Mei 2016 dan diakui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Organisasi tersebut berperan dalam penguatan ekosistem startup nasional melalui akses pendanaan, pendampingan usaha, serta pengembangan kebijakan investasi dan inovasi.
- Penulis :
- Aditya Yohan




