HOME  ⁄  Nasional

10 Perempuan di Kwitang Ikuti Pelatihan Menjahit Gratis untuk Bekal Membuka Usaha

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

10 Perempuan di Kwitang Ikuti Pelatihan Menjahit Gratis untuk Bekal Membuka Usaha
Foto: (Sumber :PPelatihan tata busana yang digelar oleh Kelurahan Kwitang bekerja sama dengan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Pusat melalui program Mobile Training Unit (MTU) di Jakarta, Rabu (23/9/2026). (ANTARA/HO-Pemkot Jakpus)..)

Pantau - Sebanyak 10 perempuan di Kelurahan Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, mengikuti pelatihan tata busana selama 20 hari kerja untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha.

Pelatihan yang digelar Kelurahan Kwitang bekerja sama dengan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Pusat melalui program Mobile Training Unit (MTU) tersebut berlangsung hingga 8 Oktober 2026.

Instruktur Tata Busana PPKD Jakarta Pusat Riris Simbolon mengatakan seluruh peserta akan menjalani uji kompetensi setelah menyelesaikan pelatihan.

“Sepuluh peserta yang mengikuti pelatihan. Setelah mengikuti pelatihan, peserta wajib mengikuti uji kompetensi dan mendapat sertifikat,” kata Riris dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Peserta Belajar Menjahit dari Nol

Riris mengatakan materi yang diberikan mencakup keterampilan dasar, mulai dari pengenalan alat menjahit, pengukuran badan hingga pembuatan berbagai jenis busana.

Menurut dia, peserta tetap dapat menguasai keterampilan menjahit meskipun sebelumnya tidak memiliki kemampuan tersebut selama mempunyai kemauan untuk belajar.

Keterampilan menjahit diharapkan dapat membuat peserta lebih produktif sekaligus membantu perekonomian keluarga melalui kegiatan menjahit maupun usaha busana.

“Kami meyakini jika peserta memiliki kemauan untuk belajar berarti, akan mampu, karena materi menjahit yang diajarkan dimulai dari nol, minimal membuat pakaian sendiri,” ujar Riris.

Peserta Ingin Buka Peluang Usaha

Salah satu peserta yang juga Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kelurahan Kwitang Yasmiati mengatakan dirinya mengikuti pelatihan karena ingin memiliki keterampilan menjahit.

“Saya memiliki keinginan bisa menjahit pakaian hijab yang lagi tren saat ini dan nantinya bisa berwirausaha setelah mengikuti latihan tata busana,” ungkap Yasmiati.

Yasmiati mengatakan pelatihan tersebut tidak dipungut biaya dan seluruh bahan pembelajaran disediakan oleh penyelenggara.

Setelah pelatihan selesai, ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi maupun dikembangkan menjadi usaha.

"Saya optimis setelah mengikuti pelatihan dapat mengaplikasikan keterampilan menjahit ini, minimal bisa membuat busana untuk hari raya," ujar Yasmiati.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026